detikNews
Sabtu 28 September 2019, 19:14 WIB

Kemenag Ingin Pesantren Sebarkan Pesan Damai di Hari Santri Nasional

Adinda Purnama Rachmani - detikNews
Kemenag Ingin Pesantren Sebarkan Pesan Damai di Hari Santri Nasional Foto: Adinda Purnama Rachmani
Jakarta - Dalam memperingati Hari Santri Nasional, yang akan jatuh pada 22 Oktober 2019, Kementerian Agama (Kemenag) membuat rangkaian acara Muktamar Pemikiran Santri.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan Kebudayaan Pesantren dengan tema 'Ngaji, Ngopi, Ngomedi', yang diadakan di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Komarudin Amin mengatakan acara ini sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat umum dan internasional bahwa pesantren sebagai role model dalam penggagas perdamaian dunia.



"Acara Muktamar Pemikiran Santri ini memberikan kepahaman kepada masyarakat umum dan internasional bahwa pesantren sebagai role model dalam penggagas perdamaian dunia. Peran santri sangat strategis guna menangkal radikalisme di ruang-ruang yang memenangkan perebutan otoritas di ruang publik," ucap Komarudin Amin di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu, (28/9/2019).

Selain itu, acara ini akan dimeriahkan dengan talk show, stand up comedy yang akan dibawakan langsung oleh para santri. Sebagai salah satu rangkaian dari peringatan Hari Santri Nasional yang mengangkat tema besar santri dan perdamaian, kegiatan ini diharapkan dapat berupaya juga untuk mengekspos kesenian dan sastra yang selama ini tumbuh di pesantren.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kegiatan ini bisa menjadi rekam jejak sejarah dan kebudayaan yang ada di pesantren. Apalagi ditambah dengan nilai-nilai agama yang ada di dalam sejarah tersebut.



"Tahun ini kali ke-4 kita memperingati Hari Santri Nasional, secara khusus Muktamar Pemikiran Santri ini akan dirangkai dengan malam kebudayaan. Sebab, kita tahu salah satu ciri pondok pesantren yang ada di Indonesia memiliki rekam jejak sejarah yang menonjol terkait kebudayaan dan hubungan relasinya," ucap Lukman.

Lukman juga berharap rangkaian kegiatan ini menjadi aktivitas dasar yang dapat berkelanjutan, tentunya membawa hal yang positif bagi para santri.

"Dengan memperingati Hari Santri Nasional dan rangkaian aktivitas yang mendasar, (kita) bisa melanjutkan Muktamar Santri Nasional dan memberikan dampak yang baik untuk para santri dan santriwati," tutup Lukman.
(ujm/ujm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com