Laporan dari New York

Tekankan Multilateralisme, Ini 5 Poin Penting Pidato JK di Sidang PBB

Indah Mutiara Kami - detikNews
Sabtu, 28 Sep 2019 03:30 WIB
Wapres Jusuf Kalla/Foto: Dok. UN Photo
Wapres Jusuf Kalla/Foto: Dok. UN Photo

Ketiga, JK menyampaikan pentingnya penguatan regionalisme. Dia bicara soal ASEAN Outlook on the Indo-Pacific yang menjadi pedoman bagi ASEAN untuk mengembangkan kerja sama dengan negara di kawasan yang lebih luas yaitu Indo-Pasifik.

Keempat, JK menekankan pentingnya semua pihak bekerja keras untuk mencapai target SDGs 2030. Kemitraan global perlu ditingkatkan. Dia lalu mencontohkan upaya Indonesia untuk mencapai SDGs yaitu soal pendidikan, kesehatan, hingga pengentasan kemiskinan.


Kelima, Indonesia mengingatkan semua pihak soal pentingnya penghormatan prinsip-prinsip piagam PBB. Menurut JK. saat ini sudah banyak negara yang melanggarnya.

"Salah satu di antaranya adalah komitmen penghormatan terhadap kedaulatan negara lain. Penghormatan terhadap kedaulatan adalah komitmen yang paling mendasar dan prinsipil dalam hubungan antar bangsa," kata JK.

Dia juga sempat bicara soal pencalonan Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB. Dengan mengusung tema 'A true Partner for Democracy, Development, and Social Justice', Indonesia ingin menjadi mitra sejati dalam memajukan dan melindungi HAM bagi semua.


Terakhir, JK kembali menekankan pentingnya multilateralisme. Bahkan, Indonesia siap memimpin penguatan multilateralisme di dunia.

"Mari kita bangun koalisi dunia untuk memperkuat multilateralisme untuk dunia yang lebih damai, stabil dan sejahtera. Indonesia siap menjadi bagian dan pemimpin dalam koalisi tersebut," kata JK.

Dia pun menutup pidato di PBB dengan mengutip peribahasa Afrika. "If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together," tutup JK.
Halaman

(imk/tsa)