RSPP: 2 Mahasiswa Korban Demo Ricuh di DPR Bakal Dipulangkan, 1 Orang Dirawat

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 11:27 WIB
Ilustrasi RSPP Foto: Ari Saputra
Jakarta - Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) masih menangani tiga mahasiswa yang unjuk rasa saat berakhir ricuh di depan gedung DPR. Dua dari tiga orang pasien segera dipulangkan hari ini.

"Kalau dua pasien masih dalam proses observasi kalau alatnya pasien nanti ada bisa pulang hari ini. Ada kemungkinan hari ini, kalau nggak besok," kata Kabid Humas RSPP, Agus W Susetyo, saat ditemui di kantornya RSPP, Jl Kyai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (26/9/2019).


Identitas nama 3 pasien yang masih dirawat di RSPP yaitu Eko dari mahasiswa Universitas Pamulang, Miftah dari mahasiswa UIN Jakarta, dan Nazamudin dari mahasiswa Universitas Esa Unggul. Salah satu pasien bernama Nazamudin sudah selesai menjalani operasi dan dipindahkan ke ruang ICU.

"Kemarin satu dioperasi Nazamudin selesai Pukul 17.00 5 WIB, pasien pagi sampai siang ini sadar, kemudian siang ini atau sore ini rencana dipindahkan ke ICU," jelas Agus.

"Luka bagian kepala samping sebelah kanan ada pendarahan," sambung dia.

Pasien lainnya, menurut Agus, mengalami luka ringan di bagian luar setelah dilakukan pemeriksaan medis. "Luka si Eko menurut saya tidak terlalu berat, tidak ada memar otak cuma dicek bagian luar saja," tutur dia.

Sebelumnya, RSPP menangani 90 korban unjuk rasa yang berakhir ricuh di depan gedung DPR. Sebanyak 87 Korban sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.


Direktur RSPP Kurniawan Iskandarsyah mengatakan sejumlah 74 pasien di antaranya masuk kategori 'kuning' dan dalam keadaan stabil. Sedangkan 14 pasien masuk kategori kuning atau perlu observasi dan 2 lainnya kategori merah.

"(Sebanyak) 74 kondisi kategori dalam triase itu hijau, cukup stabil, kesadaran penuh, sehingga pasien kami observasi beberapa saat dan bisa dipulangkan. Kategori kuning sebanyak 14 orang membutuhkan observasi, kebanyakan dari mereka ini datang dengan akibat gas air mata, beberapa trauma tumpul, dari dua orang kategori merah yang harus diobservasi ketat," ungkap Kurniawan saat konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (25/9). (fai/aan)