Dirut Tersangka KPK, Bagaimana Nasib 2 Direktur Perum Perindo Lain?

Zunita Putri - detikNews
Selasa, 24 Sep 2019 21:03 WIB
Dokumentasi Gedung Merah Putih KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK sebelumnya menyatakan seluruh direksi di Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Namun rupanya yang menjadi tersangka hanyalah Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda.

Dicek detikcom dari situs resmi perumperindo.co.id, terdapat 3 pejabat yang berada di jajaran direksi. Selain Risyanto, ada 2 orang lain yaitu Direktur Keuangan Arief Goentoro dan Direktur Operasional Farida Mokodompit. Bagaimana nasib 2 orang itu?
"Mengenai tadi ada beberapa (nama) yang disebut ya tadi kita ekspos memang beberapa nama peranan mereka sejauh ini baru kita memastikan 2 nama ini (sebagai tersangka)," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

Dua nama sebagai tersangka itu adalah Risyanto sebagai Dirut Perum Perindo dan Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) Mujib Mustofa. Sedangkan 2 nama direktur Perum Perindo lainnya masih sebagai saksi.

"Peranan yang lain itu ya kita belum bisa sebagai penerima langsung tidak langsung. Baru nanti kita lihat pengembangannya," sebut Saut.

Dalam kasus ini Risyanto diduga menerima suap dari Mujib Mustofa dari PT NAS. Perusahaan itu disebut sebagai importir ikan yang masuk daftar hitam sejak 2009. Namun Mujib memutar otak dengan mendekati Risyanto. Terjadilah kesepakatan jahat antara keduanya.

"Saat itu disepakati bahwa MMU (Mujib Mustofa) akan mendapatkan kuota impor ikan sebanyak 250 ton dari kuota impor Perum Perindo," sebut Saut.




"Setelah 250 ton ikan berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo," imbuhnya.

Atas hal itu Risyanto mendapatkan USD 30 ribu dari Mujib melalui perantaranya. Namun selain itu KPK menduga bila Risyanto juga pernah menerima uang sebelumnya dari importir ikan lain. (dhn/dhn)