detikNews
2019/09/24 18:30:12 WIB

Laporan dari New York

Di PBB, JK Bicara Peran Netizen untuk Lawan Radikalisme-Terorisme

Indah Mutiara Kami - detikNews
Halaman 1 dari 2
Di PBB, JK Bicara Peran Netizen untuk Lawan Radikalisme-Terorisme Foto: Wapres Jusuf Kalla (JK). Dok. Istimewa
New York - Penyebaran terorisme dan radikalisme lewat media sosial merupakan ancaman nyata. Di sisi lain, netizen bisa berperan untuk menyebar pesan perdamaian.

"Penyebaran terorisme melalui internet dan media sosial merupakan ancaman nyata bagi perdamaian dan keamanan internasional," kata Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK).

Hal itu disampaikan saat pertemuan 'Leaders Dialogue on Strategic Responses To Terrorist and Violent Extremist Narratives' di Markas PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (23/9/2019). Pertemuan ini merupakan bagian dari Sidang Majelis Umum ke-74 PBB.


"Tidak ada negara yang imun dari ancaman terorisme. Indonesia berkeyakinan bahwa kerja sama internasional yang inklusif harus dilakukan," ungkapnya.

JK menawarkan 3 cara yang dapat dilakukan untuk melawan terorisme. Dia beberapa kali mencontohkan kondisi di Indonesia.

Pertama adalah soal upaya penegakan hukum. Menurutnya, penegakan hukum harus diperkuat terhadap kejahatan penyebaran konten radikal.

"Di Indonesia, penyebaran konten radikal di internet adalah sebuah kejahatan dan tindak kriminal. Patroli siber serta mekanisme penanganan aduan konten juga diperkuat," urai JK.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com