RKUHP Denda Gelandangan Maksimal Rp 1 Juta, Ini Cerita Para 'Pengemis Tajir'

Andi Saputra - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 10:25 WIB
Pengemis tajir Walang mendorong 'Sa'aran. Sehari ia bisa mendapatkan Rp 1 juta. (dok.detikcom)

Contohnya Legiman, seorang pengemis di Pati, Jawa Tengah yang ditangkap Satpol PP pada Januari 2019. Saat ditangkap, ia sedang membawa uang Rp 695 ribu hasil mengemis setengah hari. Pengakuan berikutnya lebih mengagetkan. Legiman mengaku punya aset kekayaan lebih dari Rp 1 miliar.

Tak cuma itu. dari hasil pemeriksaan, Legiman juga mengaku memiliki rekening tabungan senilai Rp 900 juta. Legiman juga mengakui memiliki aset kekayaan berupa rumah senilai Rp 275 juta dan tanah senilai Rp 250 juta.

"Saat kami kroscek ke Kades Ngawen, disebutkan Legiman bukan warga di sana. Hanya saja, memang aset rumah dan tanah yang senilai ratusan juta itu berada di Desa Ngawen Kecamagan Margorejo. Mungkin ini cara Legiman menyiasati kami. Hari ini sedang kami telusuri," kata Sekretaris Satpol PP Kabupaten Pati, Imam Rifai.

Ada juga seorang pemulung di kolong jembatan tugu Pancoran, Walang (54) yang didapati membawa uang Rp 25 juta dalam gerobaknya. Pura-pura mendorong gerobak berisi rekannya yang sakit, ia mengais belas kasih warga Jakarta.


Walang ditangkap oleh petugas Sudin Jakarta Selatan (Jaksel) pada 2013 bersama rekannya Sa'aran (60). Walang adalah warga Subang yang baru 15 hari lalu berada di Jakarta. Walang yang merupakan aktor intelektualnya mengemis dengan mendorong gerobak. Sedangkan Sa'aran berada di gerobak dan mengaku sakit.

Ada pula Aris Stianto yang ditangkap di Jalan Gunung Sahari, Jakpus. Dalam sehari ia bisa meraup uang Rp 200 ribu atau Rp 5 juta perbulan.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3