detikNews
2019/09/20 15:15:44 WIB

Buntut Ricuh MKGR, Pro-Bamsoet Akan Laporkan Loyalis Airlangga ke MKD

Elza Astari Retaduari - detikNews
Halaman 1 dari 2
Buntut Ricuh MKGR, Pro-Bamsoet Akan Laporkan Loyalis Airlangga ke MKD Bamsoet menyatakan didukung MKGR. (Dok pribadi)
Jakarta - Kericuhan terjadi dalam acara munaslub ormas sayap Partai Golkar, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), antara pro-Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan loyalis Airlangga Hartarto. MKGR pro-Bamsoet berencana melaporkan 2 anggota DPR loyalis Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang dituding sebagai dalang kekisruhan itu ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR.

"Masing-masing (yang dilaporkan) dari Komisi III dan Komisi IV ke MKD DPR RI atas dugaan menjadi inisiator penganiayaan dan perusakan terhadap sejumlah sarana dan prasarana di Hotel Sultan, Jakarta, saat berlangsungnya Munaslub MKGR, di Jakarta, Kamis (19/9/2019)," ujar Ketua Penyelenggara Munaslub MKGR, Arman Amir, dalam keterangan tertulis, Jumat (20/9).

Acara Munaslub MKGR di Hotel Sultan kemarin diinisiasi pro-Bamsoet dan menobatkan Fahd El Fouz Arafiq sebagai ketum baru. Bamsoet sendiri hadir dalam acara tersebut. Ia juga mendapatkan dukungan maju sebagai caketum Partai Golkar dari MKGR pimpinan Fahd Arafiq.


Kemudian terjadi kericuhan saat sejumlah orang yang juga mengatasnamakan pengurus MKGR datang ke lokasi acara. Para pendukung Airlangga itu menyebut acara MKGR di Hotel Sultan ilegal. Prusakan pun terjadi hingga menimbulkan korban dari kubu MKGR pro-Bamsoet.

"Para preman tiba-tiba datang ke lokasi acara membawa parang dan berbagai senjata lainnya. Sekitar 14 orang menjadi korban dan telah dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan," kata Arman.

"Tindakan keji premanisme ini diduga kuat diotaki oleh dua oknum anggota DPR RI yang terhormat, yang tidak rela diganti sebagai Ketua Umum dan Sekjen MKGR. Padahal sesuai ketentuan organisasi, keduanya sudah sah diberhentikan dan MKGR telah sah menetapkan kepengurusan yang baru," lanjutnya.


Untuk diketahui, Ketum MKGR dan Sekjen MKGR lama yang dimaksud adalah Roem Kono dan Adies Kadir. Keduanya merupakan anggota DPR RI. Roem Kono adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR dan Adies adalah anggota Komisi III sekaligus Wakil Ketua MKD DPR.

Arman menyatakan pihaknya akan meminta MKD memeriksa dua anggota DPR itu. Ia menyebut anggota Dewan yang terhormat tidak sepatutnya menggunakan cara-cara kriminal, apalagi melakukan penyerbuan dengan senjata tajam. Perbuatan itu, kata Arman, adalah perbuatan melawan hukum.

"MKD sebagai penjaga moral dan etik anggota DPR RI menjadi harapan kami memperoleh keadilan. Jika nantinya dalam pemeriksaan MKD, keduanya terbukti menyalahi aturan sebagai Anggota DPR RI, maka sanksi yang tegas perlu dijatuhkan kepada mereka," ucapnya.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com