Round-Up

Bupati Bogor Gelisah Wilayahnya Diserang Sampah

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Sep 2019 20:48 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril/detikcom)
Bupati Bogor Ade Yasin (Sachril/detikcom)
Bogor - Masalah sampah di Kabupaten Bogor membuat Bupati Ade Yasin gelisah. Sejumlah cara dilakukan Ade untuk mengatasi sampah di wilayahnya.

Curhat Ade mengenai penanganan sampah ini disampaikan saat mengisi acara Rebo Keliling (Boling) di kantor Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (18/9/2019).

"Saya kerepotan kadang kalau Kabupaten Bogor diserang sampah. Karena sampah di sepanjang jalan ada," kata Ade.



Ade lantas menyinggung kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Dia mengaku kerap melihat pengendara motor yang membawa plastik sampah dan membuangnya di pinggir jalan.

"Saya kira bawa bekal, tahunya sampah. Dia lalu membuang sampah di pinggir jalan. Kalau ada operasi tangkap tangan (OTT), seru nih. Orangnya pakai seragam pemda lagi. Cuma waktu itu saya nggak bawa kamera, hanya melihat sekilas," ujar Ade.



Menurut Ade, OTT sudah dilakukan di beberapa daerah. Namun OTT tersebut belum bisa memberikan efek jera.

"Kita sih ingin dendanya besar, tapi karena yang buang sampahnya itu tukang cilok, gorengan, dendanya Rp 100 ribu. Ini jadi tidak ada efek jera. Makanya butuh kesadaran masyarakat," imbuh dia.

Setiap Hari Ada 2.000 Ton Sampah yang Tak Terangkut di Bogor

Terkait penanganan sampah ini, Ade menyebutkan, dari 2.800 ton sampah per hari di Bogor, hanya 800 ton yang terangkut.

"Dari 2.800 ton, hanya terangkut 800 ton. Bayangkan 2.000-nya di mana. Berarti 2.000-nya di kali, ada yang dibakar, dikubur, ada yang dibuang-buang gitu di pinggir jalan," kata Ade.



Kabupaten Bogor terdiri atas 435 desa dan 40 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 5,8 juta jiwa. Menurut Ade, luasnya wilayah Kabupaten Bogor tidak sebanding dengan jumlah truk pengangkut sampah yang tersedia.

"Pemerintah daerah (pemda) mempunyai 250 truk dari kebutuhan 600 truk. Tapi kami sudah menambah 62 truk sampah. Nantilah ke depan, masih kurang," tutur Ade.



Ade mengatakan penanganan sampah bisa lebih optimal bila Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Nambo sudah dioperasikan. Pembangunan TPST Nambo sendiri ditargetkan selesai pada akhir 2019 ini.



Meski TPST Nambo sudah beroperasi pun, lanjut dia, pengangkutan sampah di Kabupaten Bogor tetap akan terhambat jika ketersediaan truk pengangkut belum maksimal.

"Tapi ini (TPST Nambo) tidak menjadi solusi karena perlu penambahan armada angkutan," ucapnya. (knv/idh)