Round-Up

Tentang Karangan Bunga yang Dibakar dan Kain Hitam yang Dilucuti di KPK

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 13 Sep 2019 19:33 WIB
Saat kain hitam menutupi logo KPK (Foto: detikcom)
Jakarta - Demo di depan KPK siang tadi berujung pada pembakaran karangan bunga dan pelucutan kain hitam yang menutupi logo KPK. Sebenarnya, apa makna karangan bunga dan kain hitam yang dipersoalkan pendemo itu?

Kain hitam itu dipasang oleh para pegawai KPK sebagai bentuk aksi penolakan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Kain hitam tersebut menutup logo di halaman KPK, di depan lobby KPK, hingga di bagian atas gedung KPK.



Pemasangan logo hitam itu sudah sejak 8 September 2019. "(Logo KPK) tetap ditutup sampai UU revisi benar-benar dicabut," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo kepada wartawan, Minggu (8/9/2019).

Dalam aksi tersebut para pegawai KPK terlihat kompak mengenakan kaus berwarna hitam. Beberapa dari mereka juga membawa poster yang bertulisan kata 'tolong'.

Kain hitam tutup logo KPK / Kain hitam tutup logo KPK / Foto: detikcom


Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang sempat bicara soal kain hitam yang menutupi logo KPK itu. Makna dari penutupan itu ialah sikap KPK yang tidak pernah takut dalam berbicara kenyataan.

Kain hitam tutup logo KPK / Kain hitam tutup logo KPK / Foto: detikcom


Saut mengatakan penutupan logo KPK dengan kain hitam hanyalah sebagai simbol. Dia menyebut ketidaksamaan ucapan dengan tindakan masih terlihat saat ini.

"Kenyataannya apa? kenyataannya ucapan, pikiran, tindakan orang tidak sama, kenyataannya apa? Kenyataannya sangat lambat pertumbuhannya, kenyataannya apa? kita tanda tangani piagam PBB terus kemudian kita tidak lanjutkan. Tahun 2003 piagam PBB, tahun 2006 kita tandatangani sampai hari ini kita tidak laksanakan itu," kata Saut pada 8 September 2019 lalu.



Karangan bunga yang dipasang di depan gedung KPK juga bermakna sama. Karangan bunga itu ibarat ucapan dukacita.



Karangan bunga itu antara lain bertuliskan 'Turut Berduka Cita Atas Akan Terbunuhnya Independensi KPK', 'Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya KPK 2003-2019', 'Ya Tuhan Lindungilah Bangsa Ini' hingga 'Pemberantasan Korupsi di Ujung Tanduk Di mana Presiden Kami?'.

Sore tadi, Jumat (13/9/2019), demo sejumlah massa di depan KPK berujung ricuh. Mereka memaksa untuk melucuti kain hitam yang menutupi logo KPK. Massa juga merusak dan membakar karangan bunga yang dipajang di depan gedung. Massa juga melempar batu hingga akhirnya polisi menembakkan gas air mata.


Kain hitam penutup logo KPK dicopot / Kain hitam penutup logo KPK dicopot / Foto: detikcom


Polisi menyebut massa yang demo merupakan pendukung pimpinan baru KPK. Massa itu sempat salah paham dengan pegawai KPK.

"Tadi ada sedikit kesalahpahaman antara kelompok yang melakukan unjuk rasa terkait dengan hasil keputusan pansel capim KPK dengan pegawai atau wadah dari KPK. Dapat kita atasi situasinya dan saat ini kondisi sudah kondusif," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Bastoni Purnomo di Gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jaksel, Jumat (13/9/2019). (imk/fjp)