Kadis Pencium Pipi Staf Saat Selfie Jadi Tersangka

Kadis Pencium Pipi Staf Saat Selfie Jadi Tersangka

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 09 Sep 2019 12:55 WIB
Foto: iStock
Foto: iStock
Jeneponto - Polisi resmi menetapkan Kadis Pemkab Jeneponto, Sulsel, berinisial S sebagai tersangka dalam laporan dugaan pelecehan seksual yang dialami perempuan J. J sendiri merupakan bawahan dari S yang melaporkan atasannya itu karena tanpa izin mencium pipi saat berswafoto bersama (selfie).

Kepastian status hukum Kadis S tersebut disampaikan oleh Kasatreskrim Polres Jeneponto AKP Boby Rachman. Boby mengatakan, penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan Kadis S sebagai tersangka pada Jumat (13/9) mendatang.

"Jumat panggilan tersangka," kata AKP Boby saat dimintai konfirmasi, Senin (9/9/2019).


Namun AKP Boby masih enggan berkomentar lebih banyak. Ia hanya kembali menegaskan soal status Kadis S yang resmi sebagai tersangka.

"Samaji jawaban saya. Panggilan tersangka Jumat," sebut dia.

Kadis S sebelumnya membantah berbuat mesum, namun AKP Boby menerangkan, perbuatan Kadis S memenuhi unsur dalam Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan. Penentuan tersebut ditetapkan polisi lewat proses gelar perkara pada Selasa (3/9).

Kronologis kejadian dugaan pelecehan seksual ini bermula saat Kadis S yang datang ke kantor meminta J ke ruangannya untuk berfoto sekitar pukul 10.00 WITA, Selasa (27/8) lalu.

"Karena itu kan terjadinya di ruangannya kadis, di kantornya. Pas di ruangannya kan cuma berdua, masih sepi," ujar Boby, Jumat (30/8).

S, dari keterangan pelapor, meminta selfie bersama J karena sedang berpakaian rapi. Saat itu Kadis S kembali ke kantor usai pelantikan anggota DPRD.

"Itu dalihnya minta selfie. Karena dia pelantikan, kan pakai jas, karena mungkin masih gagah nih, dipanggil, 'eh selfie dulu', gitu, maka terjadilah begitu (cium pipi) dari keterangan korban," kata Boby.


Atas kejadian itu, J langsung melaporkan Kadis S tidak lama setelah merasa dilecehkan karena Kadis S mencium pipinya selfie. Polisi juga sudah memeriksa S dan dan mengecek foto selfie yang berada di ponsel S.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Sulsel, Syafruddin Nurdin, juga telah memanggil Kadis berinisial S. S membantah melakukan pelecehan seksual.

"Versi (keterangan) Kadis, mereka minta difoto, selfie, persoalan cium dan peluk-peluk itu tidak terjadi. Persoalan selfie itu umumlah ya, saya sendiri suka selfie-selfie," ujar Syafruddin. (tor/tor)