Kompolnas soal Polisi Todong Pistol ke Tetangga: Perketat Tes Psikologis

Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 07 Sep 2019 06:30 WIB
Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta - Brigadir A yang todongkan pistol ke tetangganya di Tangerang ditahan karena terbukti melanggar kode etik. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengatakan sudah sewajarnya hukuman itu didapat karena telah melakukan tindakan penyalahgunaan senjata api.

"Saya sepakat bahwa itu pelanggaran Kode Etik, ketika mengancam dengan menyalahgunakan senjata api yang harusnya digunakan untuk penegakan hukum oleh anggota Polri," ujar Komisioner Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Andrea Poeloengan ketika dikonfirmasi, Sabtu (7/9/2019).



Lebih lanjut, Andrea menyarankan Polri untuk melaksanakan tes psikologis para anggota kepolisian secara berkala. Paling tidak menurutnya enam bulan sekali.

Serta pelayanan kesehatan rutin terutama bagi pemegang senjata api. Hal itu guna menghapuskan tindakan penyalahgunaan senjata.

"Perketat pelaksanaan tes psikiatri dan psikologis, secara berkala, paling sedikit 6 bulan sekali. Kemudian berikan pelayanan kesehatan jiwa secara rutin diantaranya bagi anggota Polri pemegang senjata api," ucapnya.


Sebelumnya, Kasubbag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rachim mengatakan aksi penodongan pistol itu terjadi pada tanggal 30 Agustus 2019 di Perumahan Duta Asri Jatiuwung 3, Tangerang Kota. Abdul mengatakan Brigadir A merasa terganggu dan mendatangi rumah tetangganya sambil membawa senjata api. Dia menegur tetangganya itu agar tidak berisik.

"Jadi intinya anak nangis karena mungkin nggak bisa istirahat karena jedak-jeduk itu. Dia emosi dia terus kejadian itulah anaknya tetangga itu yang posting video itu," ungkap Abdul.



Tonton juga video Pasca-Tawuran di Manggarai Polisi Sisir Permukiman Warga:

[Gambas:Video 20detik]

(eva/fdu)