Aksi Pegawai KPK: Jangan Sampai Sejarah Mencatat KPK Mati di Masa Jokowi

Aksi Pegawai KPK: Jangan Sampai Sejarah Mencatat KPK Mati di Masa Jokowi

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 06 Sep 2019 16:04 WIB
Aksi pegawai KPK tolak revisi UU KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Aksi pegawai KPK tolak revisi UU KPK (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Pegawai KPK menyatakan sikap terhadap revisi UU KPK yang bakal dilakukan oleh DPR. Mereka juga membandingkan perjalanan KPK dari masa Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Berbagai upaya pelemahan telah dialami KPK melewati berbagai masa pemerintahan. Presiden Abdurahman Wahid merancang KPK, Presiden Megawati Soekarnoputri melahirkan KPK, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melindungi KPK dan jangan sampai sejarah mencatat KPK mati pada masa Presiden Joko Widodo," kata pegawai KPK, Henny Mustika Sari, saat aksi 'Tolak Revisi UU KPK' di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (6/9/2019).



Dia mengatakan kehadiran KPK merupakan pembeda. Menurutnya, UU KPK awalnya dibuat untuk menjaga KPK tetap independen dan pimpinannya bebas dari masalah integritas.

"Hal tersebut didasarkan pada kehadiran KPK sebagai 'pembeda' dengan dilahirkannya UU KPK yang memastikan KPK tetap independen serta pimpinan KPK yang harus bersih segala persoalan integritas. Tanpa hadirnya kedua hal tersebut, KPK telah mati," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3