Polisi: Orang Baduy Sempat Ingin Cari Sendiri Pembunuh-Pemerkosa Warganya

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 16:04 WIB
Polisi menggelar jumpa pers soal penangkapan 3 pemerkosa gadis Baduy. (Bahtiar/detikcom)
Serang - Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan warga Baduy sempat ingin mencari pelaku pembunuhan dan pemerkosaan gadis Baduy dengan caranya sendiri. Namun hal itu tidak dilakukan karena polisi sudah menangkap tiga orang yang diduga pelaku di Sumatera Selatan dan Lebak.

"Mereka nggak ngomong ke saya, cuma ngomong ke anak buah saya, ngasih waktu seminggu," kata Dani di Mapolda Banten, Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Kamis (5/9/2019).


Dia mengatakan pencarian oleh warga terhadap pelaku dilakukan oleh cara Baduy. Cara tersebut tidak bisa diungkapkan karena hanya mereka sendiri yang mengetahuinya.

"Kalau polisi tidak ungkap mereka ungkap dengan cara mereka sendiri," ujarnya.



Sejak gadis Baduy ditemukan dalam kondisi tewas di saung di tengah kebun, dia selalu ditanyai tokoh adat Baduy tentang proses pengungkapan kasus ini. Dia mengatakan warga Baduy mendukung pengungkapan kasus ini oleh polisi.

"Saya bilang saya minta waktu. Saya ungkap secepatnya dan mereka selalu mendukung saya," ujarnya.

Meski warga Baduy punya hukum adat sendiri, proses penanganan kasus dugaan pembunuhan warga Baduy ini akan mengikuti undang-undang yang berlaku. Menurut Dani, warga akan mematuhi proses hukum tersebut.


Ketiga pelaku diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan saat korban mengambil kayu bakar di belakang rumah. Pelaku utama, AMS alias E, diduga sempat meminjam golok korban.

"Karena niat sudah di kepala, akhirnya dibawa ke gubuk (dan) terjadi pemerkosaan. Gadis teriak, langsung dibacok. Dia tangkis pakai tangan kanan, putus, tangan kiri juga putus," kata Dirkrimum Polda Banten Kombes Novri Turangga.

Dugaan pembunuhan dan pemerkosaan ini terjadi pada Jumat (30/8). Korban ditemukan di saung miliknya di perkebunan Cisimeut, Lebak. (bri/haf)