RUU KUHP Tak Singgung Pasal Khusus untuk Kecelakaan Maut/Tabrak Lari

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 04 Sep 2019 15:41 WIB
Afriyani (Dok. detikcom)
Jakarta - Masih ingat kasus Afriyani yang menyetir dan menabrak sehingga menyebabkan 9 orang tewas? Pasca-kecelakaan maut itu, diskusi pasal khusus untuk kecelakaan maut terus mengemuka, termasuk dalam RUU KUHP.

Kala itu, Afriyani, yang menyetir mobil dan menabrak sejumlah orang yang sedang berjalan kaki di trotoar di Tugu Tani, Jakarta Pusat. Dalam kecelakaan pada 29 Agustus 2012 itu, 9 orang tewas.

RUU KUHP Tidak Singgung Pasal Khusus untuk Kecelakaan Maut/Tabrak Lari

Hakim menggunakan UU Lalu Lintas dan Jalan dalam mendakwa Afriyani, khususnya Pasal 311 ayat (5), Pasal 310 ayat (4), Pasal 311 ayat (4), dan Pasal 310 ayat (3) UU No 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan dan Lalu Lintas. Afriyani kemudian dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Putusan itu dinilai tidak mencerminkan rasa keadilan karena Afriyani menyetir dalam pengaruh narkoba dan menyebabkan kematian 9 orang. Dakwaan Pasal Pembunuhan ditolak hakim.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3