detikNews
Selasa 03 September 2019, 15:59 WIB

Imigrasi Laporkan Evaluasi Bebas Visa ke Yasonna dan Wiranto

Aditya Mardiastuti - detikNews
Imigrasi Laporkan Evaluasi Bebas Visa ke Yasonna dan Wiranto Foto: Ronny F Sompie (Grandyos Zafna/detikcom)
Badung - Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM Ronny F Sompie mengaku sudah melakukan evaluasi terkait kebijakan bebas visa terkait temuan turis-turis asing yang bikin ulah. Hasil evaluasi itu juga sudah dilaporkan ke Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan Menko Polhukam Wiranto.

"Evaluasi tentang penyelenggaraan dan penggunaan bebas visa, pemberian bebas visa kunjungan kepada 169 negara sudah dilakukan secara sinergi melalui FGD. Kita menampung semua masukan dari aparat penegak hukum dan juga aparat sekuriti yang menemukan dan mendapatkan temuan-temuan bagaimana warga negara asing di Indonesia keberadaannya maupun kegiatannya, pelanggaran hukumnya itu sudah kita evaluasi," kata Ronny di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jl Airport Nurah Rai, Badung, Bali, Selasa (3/9/2019).

"Hasil evaluasi ini kami ajukan melalui Bapak Menteri Hukum dan HAM kepada Bapak Menko Polhukam. Ini nantinya bisa dicek kembali oleh beliau-beliau yang bisa menentukan bagaimana pemberian bebas visa kunjungan ini," sambungnya.


Meski begitu, Ronny masih menutup rapat soal hasil evaluasi apa saja yang diserahkan ke Wiranto itu. Dia menyerahkan kebijakan terkait bebas visa itu untuk diputuskan di tingkat eksekutif.

"Tentu hal-hal yang berupa kajian itu masih secara rahasia kita berikan ke pimpinan apabila pimpinan sudah mengevaluasinya bisa nanti kita share kepada kawan-kawan. Sementara ini masih penjelasan bahwa kita sudah melakukan evaluasinya tapi bagaimana keputusan hasil evaluasi itu tentu tergantung pada pimpinan," jelasnya.


Meski begitu, menurut Ronny kebijakan bebas visa tak selalu berdampak negatif. Sebab, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat.

"Tapi sampai saat ini saya kira visa bebas kunjungan ini bisa memberikan manfaat juga bagi datangnya wisatawan mancanegara ke Indonesia memberikan kemajuan untuk perekonomian masyarakat," cetusnya.

Seperti diketahui, belakangan ini banyak turis asing yang bikin onar saat berada ke Bali. Bukannya berlibur mereka malah berbuat kriminal seperti Nicolas Carr, turis Australia yang kini berstatus tersangka karena nekat melakukan tendangan terbang bak kungfu hingga menabrakkan diri ke kendaraan yang melintas di Jl Sunset Road, Seminyak, Kuta.


Selain itu ada juga pasangan turis Ceko Zdenek Slouka-Sabina Dolezalova yang diduga melecehkan pura di Bali. Keduanya menggunakan tirta suci dari pelinggih di pura untuk membersihkan bagian bokong. Setelah ramai dibahas di media sosial, keduanya menyampaikan permohonan maaf dan mengaku tidak tahu terkait keberadaan tirta suci.

Turis-turis asing lainnya yang berulah saat tinggal di Bali di antaranya Rick O Miara yang mengencingi restoran karena mabuk magic mushroom, Adam James Geoghegan yang ngamuk gegara tak bayar pengobatan klinik hingga Abdul Razik yang membawa sajam di Ubud.

Teranyar, ada empat WN Australia yaitu Baxter Tom (37), Cheryl Melinda Davidson (36), Hellyer Danielle Joy (31), dan Cobbold Ruth Irene (25) yang dideportasi karena ikut aksi Papua Merdeka di Sorong. Keempatnya datang ke Sorong, Papua menggunakan bebas visa kunjungan untuk berlibur.
(ams/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com