Petugas Bandara Ngurah Rai Penyelundup Baby Lobster Rp 2,6 M Diamankan

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 02 Sep 2019 17:13 WIB
Penyelundupan baby lobster. (Foto: Dok. istimewa)
Penyelundupan baby lobster. (Foto: Dok. istimewa)
Denpasar - Seorang petugas ground handling di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali diamankan terkait kasus penyelundupan baby lobster. Petugas bernama Agus P (25) itu diduga terlibat jaringan penyelundup internasional.

"Upaya percobaan ekspor ilegal berupa baby lobster dilakukan oleh seorang pria oknum ground handling berinisial AP (25), asal Wonogiri, Jawa Tengah. Penindakan atas percobaan eksportasi ilegal ini dilakukan atas informasi dari masyarakat pada pukul 03.00 Wita pagi tadi," kata Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono kepada wartawan di Denpasar, Bali, Senin (2/9/2019).



Berawal dari informasi tersebut tim gabungan lalu melakukan pemantauan. Baby lobster itu disembunyikan dalam plastik gelas kertas.

"Jadi ini ada informasi dari masyarakat ada sesuatu yang mencurigakan karena ini paper cup tapi kok berat banget dan adem. Oleh karena itu kami tindaklanjuti dengan identifikasi ternyata di dalamnya isinya tas di dalamnya ada isinya barang-barang ini (baby lobster)," jelasnya.

Rupanya barang selundupan itu ditinggalkan di gudang agar diselundupkan pelaku ke dalam pesawat. Dari pengakuan Agus, benih lobster itu rencananya bakal dikirim ke Vietnam via Singapura.

"Jadi dititipkan di gudang, dari gudang itu akan diambil oleh beliau dibawa ke pesawat yang akan berangkat ke luar daerah pabean tujuan Singapura yang tujuan akhirnya ke Vietnam. Karena informasinya ternyata mereka ini jaringannya luar biasa maka hangus penumpangnya tidak jadi ngambil tapi kami sudah dapat nama-namanya," tutur Himawan.



"Ini bukan dipaketkan tapi akan dibawa ke penumpang, jadi tas ini dimasukkan ke salah satu mobil yang akan diambil alih penumpang. Mungkin karena sudah bocor maka penumpang itu batal mengambil dan batal boarding," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2