detikNews
2019/08/28 21:00:30 WIB

Round-Up

Internet di Papua, Antara Meredam Hoax vs Hak Warga

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 4
Internet di Papua, Antara Meredam Hoax vs Hak Warga lustrasi Gedung Kominfo, (Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET)
Jakarta -

Layanan internet di wilayah Papua dan Papua Barat masih dibatasi buntut demo berujung kerusuhan. Jaringan internet kini berada di antara dua kepentingan, meredam hoax atau hak warga.

Pembatasan layanan internet sudah dilakukan sejak Rabu (21/8). Hal ini menyusul peristiwa kerusuhan di sejumlah titik di Papua dan Papua Barat. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan pemblokiran akan dicabut setelah situasi di Papua dan sekitarnya kembali normal.

Per hari ini, Kominfo masih melakukan pembatasan terhadap layanan. Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu belum bisa memastikan pasti kapan layanan internet di Papua dan Papua Barat kembali normal. Dia masih menunggu informasi dari Menteri Kominfo Rudiantara.

"Saya belum mendapat info dari Pak Menteri," ucapnya, ketika dikonfirmasi, Selasa (27/8/2019) malam.

Rudiantara menegaskan pemerintah membatasi layanan data internet di Papua memiliki dasar hukum dan bukan langkah sepihak. Salah satu poinnya yakni mencegah informasi hoax terkait Papua. Dari catatan Kominfo, Rudiantara sudah mengantongi data lebih dari 230.000 URL hoax terkait Papua diviralkan.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com