Ajukan PK, Novanto Minta Dibebaskan

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 28 Agu 2019 13:07 WIB
Terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Terpidana kasus korupsi proyek e-KTP Setya Novanto mengajukan peninjauan kembali (PK). Novanto meminta seluruh permohonan dikabulkan, dibebaskan dan dinyatakan dakwaan terhadapnya tidak terbukti.

"Mengadili kembali menyatakan pemohon peninjauan kembali terpidana Setya Novanto, tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum. Membebaskan Terpidana oleh karena itu dari seluruh dakwaan tersebut," kata kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail, di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Selain itu Novanto juga meminta agar hak-haknya dan harkat martabatnya dipulihkan. Dia juga meminta agar dikeluarkan dari penjara, dan barang bukti yang disita dikembalikan.


Maqdir mengatakan ada beberapa bukti baru atau novum yang dijadikan dasarnya mengajukan permohonan peninjauan kembali. Maqdir mengaku menemukan adanya kekhilafan hakim pada putusan sebelumnya.

Maqdir mengatakan tidak benar Novanto menerima uang dari Anang Sugiana Sudihardjo melalui Made Oka Masagung sebanyak USD 2 juta. Selain itu dia juga membantah bahwa Novanto terbukti telah menerima uang USD 3,5 juta melalui keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, hal itu diketahui berdasarkan novum permohonan justice collaborator Irvanto.

"Novum P-1 (Surat Permohonan sebagai Justice Collaborator tanggal 3 April 2018 dari Irvanto Hendra Pambudi Cahyo), yang menerangkan bahwa tidak ada fakta pemohon PK menerima uang sebesar USD 3,5 juta melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo," kata Maqdir.