Loyalis Bamsoet Desak Pleno, Golkar: Pada Saatnya Akan Digelar

Loyalis Bamsoet Desak Pleno, Golkar: Pada Saatnya Akan Digelar

Tsarina Maharani - detikNews
Kamis, 22 Agu 2019 18:40 WIB
Ketua DPP Golkar Ace Hasan (Tsarina/detikcom)
Ketua DPP Golkar Ace Hasan (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Partai Golkar menjawab desakan massa AMPG yang menuntut sang ketua umum, Airlangga Hartarto, segera menggelar rapat pleno. Ketua DPP Golkar Ace Hasan menyatakan partai akan menggelar rapat pleno setelah seluruh proses Pemilu 2019 selesai.

"Rapat pleno Partai Golkar itu pada saatnya pasti akan digelar untuk membahas agenda internal maupun eksternal setelah berbagai tahapan rapat dilalui dan penetapan hasil pileg sudah selesai dari KPU," kata Ace kepada wartawan, Kamis (22/8/2019).


Ia menjelaskan, sebelum menggelar rapat pleno, ada mekanisme partai yang harus dilalui. Ace pun memastikan Golkar akan menggelar rapat pleno.

"Dalam mekanisme rapat internal Partai Golkar itu jelas ada tahapannya. Ada rapat bidang dan rapat kordinasi bidang. Setelah itu, baru kita rapat pleno Partai Golkar," sebutnya.

"Selain itu, KPU kan juga masih belum menetapkan para caleg DPR RI terpilih. Hasil MK kemarin masih ada rekomendasi PSU dalam penetapan caleg DPR RI. Jika tahapan dan penetapan caleg sudah diumumkan sudah selesai, pada saatnya pasti DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno," imbuh Ace.


Sore tadi, massa AMPG menyambangi kantor DPP Golkar di Jl Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat. Massa yang dipimpin Waketum AMPG Nofel Saleh itu menuntut Airlangga menggelar rapat pleno. Nofel merupakan anggota tim sukses Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang kini maju sebagai calon Ketum Golkar.

"Kami mau mendorong ketua umum melaksanakan pleno. Karena kita melihat DPP Partai Golkar yang kita ketahui diduduki oleh oknum yang mengatasnamakan AMPG. Kami seluruh AMPG yang benar datang semua bersama teman-teman ingin masuk ke dalam dengan ketua umum dan sekjen untuk membicarakan hal yang tidak pernah dilaksanakan oleh ketua umum. Yaitu rapat pleno yang semestinya dilaksanakan dua bulan satu kali minimal. Sekarang sudah delapan bulan, tidak pernah dilaksanakan sekali pun," kata Nofel di kantor DPP Golkar, Kamis (22/8). (tsa/fjp)