Round-Up

Waspada Begal Payudara Beraksi di Kereta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Agu 2019 22:38 WIB
Ilustrasi KRL padat penumpang (dok. detikcom)
Jakarta - Perbuatan Hengky Haposan (27) betul-betul memalukan. Dalam kepadatan di KRL, dia melakukan perbuatan asusila terhadap ABG berusia 17 tahun.

Peristiwa begal payudara ini terjadi pada Kamis (15/8) sekitar pukul 06.40 WIB. Hengky sudah ada dalam rangkaian ketika KRL berhenti di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

"Berawal dari tersangka naik gerbong KRL di Stasiun Manggarai, kemudian saat dia naik, ada korban di bawah umur dia naik juga di KRL tersebut," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (15/8/2019).


Kondisi padat di dalam gerbong dijadikan kesempatan bagi Hengky. Karyawan di bagian legal sebuah rumah sakit di Jakarta ini pun melakukan perbuatan asusila.

"Sampai di gerbang KRL Stasiun Manggarai pelaku dengan tangan kiri memegang area sensitif korban di dadanya. Dia memegang-megang terus sampai tersangka ini sampai puas di situ. Kemudian korban teriak dan pelaku ditangkap dan dibawa ke kantor polisi," ungkap Argo.

Polisi menyebut korban berangkat dari Stasiun Klender untuk magang. Korban sempat mengira pelaku tak sengaja menyenggolnya karena kondisi gerbong yang padat penumpang.


Namun korban mulai merasakan keganjilan. 'Senggolan' pelaku semakin intens, sehingga dia kemudian menegur pelaku. Setelah ditegur, pelaku bukannya berhenti. Dia justru melakukan lagi sehingga korban merasa semakin terancam.

"Sudah diperingati sama korban 'bapak bisa sopan nggak', tetapi pelaku diam saja dan setelah diperingati ternyata masih lagi," kata Kanit V Subdit Resmob Ditrekrimum Polda Metro Jaya AKP Noor Marghantara kepada detikcom, Jumat (16/8).

Hengky Haposan pelaku begal payudara di KRLHengky Haposan pelaku begal payudara di KRL Foto: Hengky Haposan (dok.istimewa)



"Mungkin karena kesempatan juga, karena situasi di KRL sempit dan desak-desakan," tambahnya.


Posisi pelaku dan korban saat itu berdiri dengan formasi membentuk huruf 'T': korban memegang pegangan di atas sedangkan pelaku berada di samping kiri menghadap ke korban.

"Korban tangan kanannya pegang hand grip, sedangkan pelaku ada di sisi kiri korban dengan posisi seperti huruf 'T'," tuturnya.

Peristiwa ini terjadi sekitar 20 menit. Diduga peristiwa terjadi semenjak korban naik KRL dari Stasiun Klender hingga akhirnya korban berteriak di Stasiun Manggarai.


Teriakan korban membuat penumpang bereaksi, hingga akhirnya petugas PKD mengamankan Hengky. Pelaku kemudian dijemput oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Handik Zusen dan AKP Noor Marghantara.

Hengky ditampilkan polisi saat rilis kasus pelecehan seksualHengky ditampilkan polisi atas kasus pelecehan seksual yang dilakukannya (Foto: Samsuduha Wildansyah/detikcom)

Diketahui, Hengky baru saja naik pelaminan sekitar 2 minggu lalu. Dia baru menikah 3 Agustus lalu. Kepada polisi, pelaku mengaku khilaf.

"Saya tanya ke pelaku, 'Memang kamu nggak ketemu istri semalam?' (Dijawab), 'Ketemu, Pak. Ya saya khilaf, Pak'," kata Noor.


Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 290 KUHP ayat (2) KUHP juncto Pasal 76 E juncto Pasal 82 UU RI tahun 2014 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara.

Terkait peristiwa ini, PT KCI selaku pihak pengelola KRL mengimbau penumpang untuk saling peduli. PT KCI juga meminta para pengguna KRL yang menjadi korban pelecehan seksual agar berani melapor. Jika terjadi pelecehan seksual, segera beri tahu petugas agar maniak seks tersebut segera ditangkap. (jbr/idh)