detikNews
2019/08/10 05:00:11 WIB

Round-Up

Mirisnya Suap Impor Bawang yang 'Buang-buang Uang'

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Mirisnya Suap Impor Bawang yang Buang-buang Uang Foto: Ilustrasi oleh Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Kasus suap impor bawang putih bikin miris. Produk pangan ini disebut KPK jadi bancakan dan bisa membebankan masyarakat karena harga tinggi akibat ada korupsi di baliknya.

"Yang paling membuat miris adalah ketika perizinan impor salah satu produk pangan yang digunakan hampir keseluruhan masyarakat Indonesia justru dijadikan lahan bancakan pihak-pihak tertentu," kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap impor bawang putih, Kamis (8/8).

KPK dalam kasus ini menemukan ada alokasi fee Rp1.700 sampai dengan Rp1.800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor ke Indonesia terkait OTT yang juga menjerat anggota Komisi VI DPR Nyoman Dhamantra sebagai tersangka.

"Semestinya praktek ekonomi biaya tinggi ini tidak perlu terjadi, dan masyarakat dapat membeli produk pangan dengan harga lebih murah jika tidak terjadi korupsi," imbuh Agus.

Soal kasus ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyebut pihak swasta yang terlibat kasus dugaan suap terkait impor bawang putih bodoh. Menurutnya pihak swasta hanya perlu mengikuti aturan yang berlaku untuk mendapatkan persetujuan impor.






"Dan bodohnya itu orang (pihak swasta) ngapain. Bodoh, sebodoh-bodohnya dia. Kecuali dia tidak melaksanakan semua aturannya kan. Tapi kalau dia melaksanakan aturan, ya ngapain buang-buang duit," kata Enggar, Jumat (9/8),

Dia menegaskan tak akan memberi persetujuan impor kepada perusahaan yang terlibat kasus korupsi. Kecuali, sebut Enggar, ada surat dari penegak hukum yang menyatakan perusahaan tersebut sudah 'bersih'.

"Dan setiap perusahaan yang terkena kasus KPK, Bareskrim, nggak ada saya kasih izin, nggak ada," tegasnya.





Sedangkan Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan akan menindak tegas jajarannya bila terlibat kasus suap impor bawang putih. Dalam kasus suap impor bawang putih, KPK menetapkan 6 tersangka, termasuk anggota DPR Nyoman Dhamantra.

"Satu kata, ada staf pertanian terlibat, aku pecat. Tidak ada surat peringatan," kata Amran di sela kunjungannya di Makassar, Sulsel, Jumat (9/8).

"Sektor pertanian ada terlibat, aku pecat," tegasnya.

Kasus dugaan suap impor bawang putih terungkap lewat OTT KPK mulai Rabu (7/8) malam. Selain bukti transfer Rp 2 miliar ke rekening anggota DPR Fraksi PDIP I Nyoman Dhamantra, KPK menyita duit USD 50 ribu. KPK kini menelusuri kaitan duit USD 50 ribu terkait kasus ini.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed