detikNews
Selasa 06 Agustus 2019, 10:25 WIB

Dinas LH Banggakan Udara Jakarta Lebih Baik dari Singapura Pagi Ini

Arief Ikhsanudin - detikNews
Dinas LH Banggakan Udara Jakarta Lebih Baik dari Singapura Pagi Ini Udara Jakarta pada Senin (5/8/2019) pagi (Foto: Zhacky/detikcom)
FOKUS BERITA: Bahaya Polusi Jakarta
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyebut Jakarta tidak masuk dalam 10 kota berpolusi di Indonesia versi AirVisual. Dinas LH juga membanggakan kualitas udara Jakarta lebih baik dari Singapura

"AirVisual punya beberapa data pembanding. Di urutan kota-kota Indonesia, Jakarta bahkan tidak masuk dalam 10 kota dengan polusi tinggi. Saat ini pun, kualitas udara Jakarta (tadi pagi) lebih baik dari Singapura," ucap Humas Dinas LH Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dihubungi, Selasa (6/8/2019).



Data yang dimaksud oleh Yogi adalah https://www.airvisual.com/id/indonesia . Di sana, kualitas kota-kota di Indonesia disampaikan 10 kota paling berpolusi berdasarkan Air Quality Index (AQI) dan PM 2,5.

Seperti dilihat detikcom pada 09.48 WIB, Pontianak berada di urutan pertama dengan 362 dan Indonesia tidak masuk 10 besar. Tapi berdasarkan laman https://www.airvisual.com/indonesia/west-kalimantan/pontianak, AQI Pontianak ada di angka 47.

Sementara itu, AQI Jakarta pada pukul 07.50 WIB pagi tadi memang sempat ada di angka 87 dan berada di peringkat ke-13. Namun ketika dicek pada pukul 10.17 WIB, AQI Jakarta ada di angka 144 dan berada di peringkat ke-5. Posisi itu ada di atas Singapura.



Seperti diketahui, angka AQI dan peringkat polusi ini tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu. AQI merupakan indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, yaitu PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Sementara itu, terkait kualitas udara yang membaik selama dua hari masih harus ada kajian. Sehingga perlu kajian lagi, apakah ada hubungan dengan kejadian mati listrik berjam-jam pada Minggu dan Senin.

"Untuk penyebab kenapa dua hari ini kualitas udara membaik, kita masih perlu pengujian lebih lanjut, sepeti yang disampaikan oleh Pak Gubernur, kita tidak mau berspekulasi," kata Yogi.



Tonton video Jakarta Dikepung Polusi Udara:

[Gambas:Video 20detik]


(aik/imk)
FOKUS BERITA: Bahaya Polusi Jakarta
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed