400 Nomor di Grup WhatsApp Tersangka Child Grooming Diselidiki Polisi

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 17:59 WIB
Foto: Polisi rilis kasus child grooming (Lamhot Aritonang)
Foto: Polisi rilis kasus child grooming (Lamhot Aritonang)
Jakarta - Polisi masih mengembangkan kasus pelecehan terhadap anak di bawah umur dengan modus child grooming melalui aplikasi game online Hago. Polisi saat ini tengah menyelidiki ratusan nomor yang terdapat di grup WhatsApp yang diikuti oleh tersangka AAP alias Prasetya Devano alias Defans alias Pras (27).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ratusan nomor telepon itu terdapat di 3 grup yang diikuti oleh tersangka. Adapun ketiga grup tersebut adalah khusus untuk saling menyebarkan video porno.

"Kita masih mengklarifikasi daripada nomor-nomor yang ada di WA itu kan ada sekitar 3 WA group, ada 400-an anggota. Sedang kita lakukan identifikasi semuanya," ungkap Argo kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

Sebelumnya AAP ditangkap atas pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Modusnya adalah dengan mengarahkan korban untuk membuka pakaian hingga melakukan adegan seksual via video call di aplikasi WhatsApp.



Tersangka merekam video tersebut, lalu menyebarkannya ke grup WhatsApp. Para korban sendiri dikenalnya lewat aplikasi Hago.

"Dari hasil rekaman (pornografi dengan korban anak), pelaku itu sempat dimasukkan ke grup WhatsApp. Kalau dilihat hasil penyidikan kita, membernya (anggota grup), 123 member," kata Dir Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Namun, Iwan menyebut grup itu sudah tidak aktif lagi. Meskipun demikian, dia memastikan pihaknya tetap menyelidiki terkait grup tersebut.

"Itu salah satu yang akan kita ungkap. Grup itu sudah nggak aktif dan saya koordinasi dengan FB dan kita akan angkat siapa saja yang ada di grup itu," ungkap Iwan.




Simak Juga 'Cegah Child Grooming, Hago Blokir Fitur Kirim Foto dan Kontak':

[Gambas:Video 20detik]

(maa/mei)