Total 4 Gugatan Pengembang Reklamasi Dihadapi Anies

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 01 Agu 2019 14:20 WIB
Ilustrasi reklamasi Teluk Jakarta (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Penghentian reklamasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan digugat. Total setidaknya ada empat gugatan yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta.

Berbagai gugatan itu ada yang masih berproses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta dan ada pula yang berproses banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta. Gugatan itu berkaitan dengan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 1409 Tahun 2018 tanggal 6 September 2018 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Nomor 2637 Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi.

Dari situs resmi PTUN Jakarta sipt.ptun-jakarta.go.id, dilihat ada empat pengembang yang mengajukan gugatan. Tiap pengembang menggugat satu pulau.




Gugatan Pertama

Gugatan pertama dilayangkan oleh PT Taman Harapan Indah, yang menggugat Pulau H reklamasi. PTUN Jakarta telah memutus PT Taman Harapan Indah menang. Namun pihak Pemprov akan melakukan upaya banding ke PT TUN Jakarta.

"(Memori banding) belum (masuk), lagi dikoordinasikan intern," ucap Kepala Biro Hukum DKI Jakarta Yayan Yuhanah saat dihubungi wartawan, Kamis (1/8/2019).

Gugatan Kedua

Pengembang kedua yang mengajukan gugatan adalah PT Jaladri Kartika Pakci selaku pengembang Pulau I. PT Jaladri Kartika terdaftar dengan nomor perkara 113/G/2019/PTUN.JKT.

Pada Rabu (31/7/2019) berlangsung sidang PTUN Jakarta dalam gugatan Pulau I. Pemprov Jakarta telah memberikan jawaban atas gugatan di persidangan.




Gugatan Ketiga

Pengembang ketiga yang mengajukan gugatan adalah PT Manggala Krida Yudha, yang menggugat Pulau M. Gugatan terdaftar di PTUN dengan nomor perkara 31/G/2019/PTUN.JKT.

Gugatan untuk Pulau M masih dalam proses persidangan. Yayan belum memastikan sampai mana proses persidangan tersebut.

"Itu anak-anak yang sidang, kayanya pembuktian kalau nggak salah," ucap Yayan.

Gugatan Keempat

Pengembang terakhir yang mengajukan gugatan adalah PT Agung Dinamika Perkasa. Dia menggugat Pulau F dengan nomor perkara 153/G/2019/PTUN.JKT.

PT Agung Dinamika Perkasa baru mendaftarkan perkara ke PTUN Jakarta pada 26 Juli 2019. Pihak Pemprov DKI Jakarta belum menerima surat panggilan (relaas).

"Kalau di website mah ada, tapi kan kita pegangannya resmi, relaas-nya," kata Yayan. (aik/dhn)