Tembakkan Pistol Usai Pesta Arak di Bali, Fardi Ditangkap

Aditya Mardiastuti - detikNews
Rabu, 31 Jul 2019 16:16 WIB
Foto: Fardiansyah (23) dibekuk polisi (Dita-detik)
Foto: Fardiansyah (23) dibekuk polisi (Dita-detik)
Denpasar - Fardiansyah (23) dibekuk polisi terkait kepemilikan senjata api (senpi) rakitan ilegal. Pria asal Sumba itu sempat menembakkan senpinya ke udara usai pesta arak dan berkelahi di daerah Tuban, Badung.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/7) pukul 19.00 Wita. Kala itu Fardiansyah bersama tiga orang temannya berinisial IM, DS, dan BE tengah pesta arak di areal patung kuda, Jl Raya Tuban, Badung, Bali.

"Tersangka bersama tiga orang temannya sedang minum alkohol jenis arak. Setelah kejadian tersebut Fardiansyah membawa senjata ditaruh di pinggangnya, pada saat itu sudah mabuk langsung menuju kosan saudara Somalin di Jl Bhineka dan bertemulah dengan kelompok yang sedang minum di sana. Saat Fardiansyah di sana, salah satu temannya BE itu berselisih paham di kos-kosan tersebut akhirnya Fardiansyah mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan," kata Kapolresta Denpasar Kombes Ruddi Setiawan kepada wartawan, Rabu (31/7/2019).



Ruddi mengatakan senpi rakitan itu ditembakkan ke arah udara dan tidak memakan korban. Setelah peristiwa itu tersangka kabur dan akhirnya berhasil dibekuk pada Senin (30/7) pukul 02.30 Wita.

"Dari keterangan Fardiansyah senpi rakitan itu didapat dari saudara A di Bima, NTB. Kita masih penyelidikan dengan harga Rp 500 ribu, dan saudara FA membawa senpi ini dengan bus dan disimpan di bawah karung beras," jelas Ruddi.

Dari penangkapan Fardiansyah polisi menyita senpi rakitan ilegal dan peluru kaliber 5,56 mm dan satu celana hitam. Ruddi mengatakan Fardiasnyah membeli senpi itu untuk bergaya.

"Dia membawa ini untuk gaya saja ditaruh di pinggangnya saat ribut dia tunjukkan dan ledakkan. Sudah tiga bulan memegang senpi rakitan ini," ujar Ruddi.

Saat ini polisi juga memburu A penyuplai senpi rakitan untuk Fardiansyah. Tak hanya itu

"Dia membeli kota Bima, si A ini kita masih melakukan pengejaran terhadap yang inisial A ini di Bima. Kita masih cari pelakunya yang merakit ini siapa," terang Ruddi.

Pegawai swasta itupun dijerat dengan pasal 1 ayat (1) UU darurat RI No 12 tahun 1991 tentang tindak pidana membawa, menyimpan, menguasai senjata api tanpa izin. Fardiasnyah terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati. (ams/rvk)