KLHK: Populasi Harimau Sumatera Tersisa 603 Ekor

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 11:11 WIB
Ilustrasi Harimau Sumatera (Dok. BKSDA Riau)
Pekanbaru - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan populasi harimau sumatera (panthera tigris sumatrae) tinggal tersisa 603 ekor. KLHK meminta semua pihak bekerja sama melestarikan satwa tersebut.

"Pelestarian satwa dapat berhasil apabila semua pihak bekerja sama. Data dari PVA harimau sumatera menunjukkan populasi harimau sumatera di habitat alaminya tersisa 603 individu," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), KLHK, Wiratno kepada wartawan, Senin (29/7/2019).



Hal itu disampaikan terkait rencana pelepasliaran dua harimau Sumatera, Bonita dan Atan Bintang dari Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD) di Sumbar. Kedua harimau liar ini dipasang GPS Collar yang akan dikembalikan ke habitatnya di Riau.

Menurut Wiratno, 603 ekor harimau sumatera itu tersebar di sejumlah titik. Sebanyak 50 persen di antaranya berada di luar habitatnya.

"603 individu itu tersebar di 23 kantong habitat. Dari jumlah tersebut, 50 persen harimau Sumatera berada di luar habitatnya kawasan konservasi, hutan produksi dan hutan lindung," kata Wiratno.



Karena itu, sambung Wiratno, upaya perlindungan terhadap harimau sumatera menjadi penting untuk dilakukan semua pihak.

"Kita harapkan mulai saat ini satwa liar dilindungi termasuk harimau sumatera yang berada di luar kawasan konservasi dapat terlindungi seperti halnya satwa liar lainnya di dalam kawasan konservasi. Semangat kerjasama menjadi kunci untuk sinergi selanjutnya," kata Wiratno.

Saat ini dua harimau liar asal Riau yakni Bonita dan Atan Bintang berada di pusat rehabilitasi di Sumbar. Menurut Kepala BKSDA Sumbar, Dr Etly Sukrismanto, pelepasliaran harimau sumatera merupakan yang ketiga kalinya.

"Ini kerjasama dengan pihak Yayasan PRHSD yang berhasil melepasliarkan 4 individu harimau hasil rehabilitasi," kata Erly.

Pemasangan GPS Collar untuk Bonita dan Atan Bintang untuk mengetahui pergerakannya serta mengetahui home range serta adaptasi harimau tersebut di habitat barunya di Riau.

"Kita akan bekerjasama dengan BBKSDA Riau akan melakukan pemantauan bersama terhadap kedua harimau sumatera tersebut pascadilepasliarkan," kata Erly.

(cha/knv)