Kena OTT KPK, Bupati Kudus Pernah Dibui karena Korupsi

Dhani Irawan - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 17:54 WIB
Bupati Kudus M Tamzil (Foto: dok Diskominfo Kudus)
Jakarta - Muhammad Tamzil terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Namun jauh sebelumnya, rupanya Bupati Kudus periode 2018-2023 itu pernah menghuni penjara karena korupsi.

Tamzil ditetapkan KPU sebagai bupati pada Juli 2018 bersama pasangannya sebagai wakil bupati, yaitu Hartopo. Lalu pada September 2018, keduanya resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kudus.




Belum genap setahun menjabat, Tamzil harus berurusan dengan hukum. KPK menduga Tamzil terlibat dalam transaksi haram terkait 'jual-beli' jabatan.

"Dugaan pemberian suap ini terkait dengan pengisian jabatan di Kabupaten Kudus. Ada uang yang sudah diamankan oleh tim KPK, yang masih dihitung," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan kepada wartawan, Jumat (26/7/2019).

Namun dari catatan detikcom, ini bukan pertama kali Tamzil tersandung hukum. Dia bahkan pernah menghuni jeruji gara-gara terbukti melakukan korupsi.

Tamzil sebenarnya pernah menjabat Bupati Kudus periode 2003-2008. Pada saat itu, Tamzil diduga melakukan korupsi dana bantuan saran dan prasarana pendidikan Kabupaten Kudus untuk tahun anggaran 2004.




Saat itu perkara tersebut ditangani Kejaksaan Negeri Kudus. Tamzil dijerat sebagai tersangka dan ditahan pada September 2014. Ketika itu Tamzil sudah tidak menjabat lagi Bupati Kudus.

Singkat cerita, Tamzil divonis bersalah dengan hukum 1 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia pun menghuni penjara hingga akhirnya mendapatkan pembebasan bersyarat dari Lapas Kedungpane, Semarang, pada Desember 2015. Setelah itu, Tamzil berlaga di Pilkada 2018 dan kembali mendapatkan jabatan Bupati Kudus. (dhn/fdn)