Round-Up

Polusi Udara Jakarta Parah, Proyek Trotoar yang Kena Getah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 26 Jul 2019 05:30 WIB
Dokumentasi polusi udara di Jakarta yang dipotret pada 11 Juli 2019 (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Kualitas udara Ibu Kota sedang parah-parahnya. Penyebab polusi itu disebut-sebut berasal dari emisi gas buang kendaraan bermotor hingga yang teranyar dari debu proyek pembangunan.

Memangnya seberapa parah polusinya?

Setidaknya pada Kamis, 25 Juli pagi kualitas udara Jakarta lebih parah dibandingkan hari sebelumnya. Ukuran kualitas udara itu diketahui dari aplikasi AirVisual yang mendapatkan data dari alat pemantau udara yang berada di Kedutaan Amerika Serikat, Pegadungan, Kemayoran, Pejaten Barat, Rawamangun, dan Mangga Dua.



AirVisual menunjukkan Air Quality Index (AQI) untuk menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu daerah. AQI dihitung berdasarkan enam jenis polutan utama, seperti PM 2,5, PM 10, karbon monoksida, asam belerang, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Rentang nilai dari AQI adalah 0 sampai 500. Semakin tinggi nilainya menunjukkan semakin tinggi tingkat polusi udara di wilayah tersebut.

Dicek detikcom pada situ AirVisual, kualitas udara di Jakarta pada Rabu, 24 Juli 2019 berada pada 155. Sedangkan pada keesokan harinya atau Kamis, 25 Juli 2019 pada pukul 07.00 WIB kualitas udara di Jakarta ada di angka 177. Angka itu diperbarui setiap 1 jam sekali dan diketahui pada pukul 15.00 WIB angka itu turun di 164.

Situs itu menyebut kualitas udara Jakarta tidak sehat dan mengimbau warga untuk menggunakan masker, tidak membuka jendela, dan tidak beraktivitas di luar ruangan. Pemprov DKI Jakarta melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Andono Warih menyebutkan setidaknya ada 2 penyebab kondisi itu. Apa saja?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3