Bubarnya Koalisi dan Rentetan Pertemuan Politik Pasca-coblosan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 25 Jul 2019 17:04 WIB
Foto: Muchlis Jr/Biro Setpres
Foto: Muchlis Jr/Biro Setpres
Jakarta - Rentetan pertemuan antara elite politik dilakukan pasca-pencoblosan 17 April 2019. Kini ketika koalisi kedua kubu Pilpres sudah bubar, pertemuan berlanjut dan menelurkan isu dua poros baru.

Kemenangan paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin atas paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pilpres juga membuat dua kubu koalisi partai pengusung bubar. Pembubaran pertama itu dilakukan oleh koalisi Prabowo-Sandi. Keputusan itu diambil usai Prabowo menggelar rapat internal bersama pimpinan parpol koalisinya untuk menyikapi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatannya.

"Koalisi yang mengusung pasangan presiden dan calon presiden di dalam pemilu presiden ini 17 April lalu tugas Koalisi Adil dan Makmur dianggap selesai. Oleh karena itu sejak hari ini beliau menyampaikan terima kasih, dan Koalisi Adil dan Makmur selesai," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani saat jumpa pers di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).


Pembubaran koalisi ini juga secara otomatis membuat Badan Pemenangan Nasional (BPN) turut dibubarkan. Kendati demikian, Muzani mengatakan Prabowo berharap komunikasi bisa tetap terjalin di antara Gerindra, PAN, PKS, Demokrat, dan Berkarya. Mengingat perjuangan yang bersama-sama dilakukan selama Pilpres 2019.

Pembubaran juga dilakukan oleh koalisi Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Namun pembubaran resmi koalisi pendukung Jokowi ini baru akan dimulai besok.

"Karena kita akan mengakhiri TKN tanggal 24 (Juli). Nanti kami akan buat acara pembubaran TKN. Mungkin sekjen-sekjen sekarang akan membicarakan itu apa kira-kira yang akan digelar nanti," kata Wakil Ketua TKN KIK Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/7/2019).

Meski demikian, mantan Panglima TNI ini yakin koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin selama kampanye terbangun cukup baik. Dia pun mengatakan bisa saja koalisi yang terbangun itu kini mendapat tambahan.

"Koalisi yang terbangun cukup baik, bahkan koalisi itu bisa plus-plus, kan gitu. Jadi bukan hotel aja yang plus-plus," katanya tersenyum.

Jika melihat dari konteks pembubaran koalisi dari masing-masing kubu, tentu hal ini juga tak terlepas dari pertemuan penting yang terjadi di antara elite politik. Baik pertemuan satu koalisi ataupun yang beda koalisi. detikcom merangkum sejumlah kronologi pertemuan penting tersebut. Berikut ini rangkumannya:

Jokowi-AHY: Kamis (2/5/2019)

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor pada Kamis (2/5/2019). Pertemuan tersebut berlangsung tertutup. Usai pertemuan dengan Jokowi, AHY mengaku ingin memberi masukan-masukan untuk bangsa dan negara. Menurutnya, tukar pikiran harus terus dilakukan antar-para tokoh.

"Yang jelas semangatnya adalah kita ingin melihat Indonesia ke depan semakin baik. Kita juga harus terus menyumbangkan pemikiran dan gagasan karena tentunya sebagai semangat dari demokrasi dan keinginan mewujudkan Indonesia semakin baik ke depan," ucap AHY.

Dalam kesempatan itu juga, AHY meminta semua pihak dewasa dalam hasil resmi Pilpres 2019 yang dikeluarkan KPU. Saat pertemuan ini dilangsungkan, sidang sengketa Pilpres MK belum digelar.
Bubarnya Koalisi dan Rentetan Pertemuan Politik Pasca CoblosanAHY bertemu Jokowi (Antara Foto/Wahyu Putro A)


Duo Yudhoyono Berkunjung Ke Istana dan Megawati: Rabu (5/6/2019)

Saat Idul Fitri, Rabu (5/6/2019), AHY kembali bertemu Jokowi di Istana, ditemani adiknya, Ketua Fraksi PD di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Keduanya bersilaturahmi ditemani keluarga setelah berziarah ke makam almarhumah ibunda Ani Yudhoyono. Kendati demikian, pertemuan ini tidak membahas politik.

"Tidak ada sama sekali (pembicaraan politik), ini adalah sebuah silaturahim antar 2 keluarga, keluarga SBY dengan keluarga Jokowi. Ini adalah silaturahmi yang harus dijaga, dipelihara, dan mudah-mudahan semakin kita menjaga silaturahmi ini semakin banyak kebaikan untuk kita semuanya," kata AHY setelah menemui Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/6/2019).

Silaturahmi pun dilanjutkan ke kediaman Megawati di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah bertemu dengan Megawati, tak lupa keluarga duo Yudhoyono ikut pun turut berswafoto bersama Megawati dan putrinya, Puan Maharani.

Jokowi-Zulhas: Rabu (22/5/2019)

Masih dalam bulan yang sama, Ketua MPR yang juga Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas), bertemu dengan Presiden Jokowi pada Rabu (22/5/2019). Namun Zulhas membantah membahas koalisi dalam pertemuan tersebut.

"Jadi kita sama sekali tidak membahas. Sama sekali soal BPN-TKN tidak, apalagi soal koalisi, tidak," kata Zulkifli usai pertemuan dengan Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Zulkifli mengatakan pertemuan itu lebih banyak membahas MPR. Menurutnya, banyak hal penting yang dibahas mengenai MPR.

"Tadi saya lebih banyak soal MPR. MPR itu yang saya sampaikan paling penting," katanya.

Jokowi-Prabowo: Sabtu (13/7/2019)

Setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2019 oleh KPU, Jokowi mengaku sangat ingin bertemu dengan Prabowo. Bahkan Jokowi sempat mengirimkan utusan agar bisa bertemu dengan eks Danjen Kopassus itu.

Keinginan Jokowi terpenuhi. Jokowi dan Prabowo bertemu pada Sabtu (13/7/2019) di Stasiun MRT Lebak Bulus. Jokowi mengungkapkan kesannya setelah bertemu dan mengobrol dengan Prabowo di dalam MRT.

"Pertemuan saya dengan Pak Prabowo Subianto pagi ini pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, saudara, yang tentunya sudah kita rencanakan lama, tapi Pak Prabowo Subianto sibuk sering mondar-mandir luar negeri, saya juga gitu dari Jakarta ke daerah, ada juga ke luar, sehingga pertemuan lama yang kita rencanakan belum terlaksana dan pagi ini bertemu dan coba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum coba MRT," kata Jokowi di Stasiun MRT Senayan, Jakarta.

Dalam kesempatan itu pula, Jokowi menekankan pertemuan tersebut merupakan momentum untuk merajut persatuan. Tak ada lagi 'cebong' dan 'kampret' setelah Pilpres 2019.

"Tidak ada lagi namanya 01, tidak ada lagi namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya 'cebong', tidak ada lagi yang namanya 'kampret'. Yang ada Garuda Pancasila," kata Jokowi.

Sementara itu, Prabowo juga menyatakan tidak perlu ada lagi polarisasi politik karena semuanya adalah Merah-Putih. Tak lupa, Prabowo juga mengucapkan selamat kepada Jokowi setelah terpilih sebagai presiden dan menegaskan pihaknya siap membantu pemerintahan.

"Selamat tambah rambut putih. Menjadi presiden mengabdi, masalah yang beliau pikul besar, kami siap bantu," katanya.
Selanjutnya
Halaman
1 2