detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 16:08 WIB

Alasan TPF Sebut Motif Balas Dendam: Pelaku Diduga Dipermalukan Novel

Audrey Santoso - detikNews
Alasan TPF Sebut Motif Balas Dendam: Pelaku Diduga Dipermalukan Novel Tim Pencari Fakta (TPF) memaparkan hasil investigasi terkait teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Dugaan motif balas dendam di balik teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang dikemukakan tim pencari fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian merupakan hasil analisis dari temuan-temuan investigasi. Tim itu turut menyebut pelaku teror tersebut diduga pernah disakiti dan dipermalukan Novel.

Mulanya Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyampaikan dugaan niat pelaku hanya melukai Novel, bukan membunuh. Sebab, cairan asam sulfat yang disiramkan ke Novel pada 11 April 2017 tidak pekat.




"Dari dugaan tersebut tim menganalisa itu, tim ini kan tim pakar tim gabungan ada polisi di dalamnya, dari analisa tersebut, kita juga berkonsultasi dengan psikolog, bahwa diduga ini ada kaitannya orang tersebut, pelaku ya, diduga pelaku sakit hati, karena memang pelaku kita duga disakiti hatinya, dipermalukan oleh Saudara Novel," kata Iqbal dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu (17/7/2019).

Dari dugaan itu, TPF disebut Iqbal menelusuri kasus-kasus apa saja yang pernah ditangani Novel di KPK yang berpotensi menimbulkan motif tersebut. TPF pun menyebutkan setidaknya ada 6 kasus di KPK yang bisa melatarbelakangi teror penyiraman air keras ke Novel.

"Nah oleh karena itulah setidaknya, sekurang-kurangnya 6 kasus yang saat ini kita coba dalami," kata Iqbal.




Peristiwa teror itu terjadi pada 11 April 2017 selepas subuh di jalan antara masjid dan kediaman Novel. Terduga pelaku diduga terdiri dari 2 orang yang berboncengan sepeda motor.

Untuk menelusurinya Kapolri membentuk TPF tersebut. TPF sudah bekerja selama 6 bulan terakhir. Namun tim itu belum menemukan siapa sebenarnya pelaku teror pada Novel tersebut.

Simak Video "Amnesty Klaim Amerika Serikat Dukung Penyelesaian Kasus Novel"
[Gambas:Video 20detik]

(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com