detikNews
2019/07/16 07:55:02 WIB

Round-Up

Gelap-Terang Kasus Novel Baswedan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Gelap-Terang Kasus Novel Baswedan Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Titik terang dalam penuntasan kasus penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan belum benar-benar terlihat. Kerja yang dilakukan tim gabungan bentukan Polri begitu ditunggu.

Hingga hari ini, terhitung sudah 826 hari sudah peristiwa penyerangan dengan air keras itu berlalu. Komnas HAM sempat terungkapnya otak intelektual teror ini ada di tangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Komnas HAM mendapati sosok orang asing yang ada di sekitar lokasi rumah Novel yang diduga terkait dengan peristiwa penyerangan dengan air keras. Sosok orang asing itu ditemukan selama beberapa hari di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Komnas HAM sudah menyampaikan informasi tersebut kepada tim gabungan. Selain itu, Komnas HAM menemukan CCTV dan alat yang diduga digunakan pelaku penyerangan.

"Sekitar 2-3 bulan lalu kami dapatkan info bahwa sudah ada sesuatu yang berjejak dan signifikan. Tinggal apakah Kapolri mem-follow up itu dengan sangat kuat dan mendalam. Kalau bagi Komnas HAM yang paling penting adalah segera ditemukan siapa aktor di balik penyiraman Novel karena temuan Komnas HAM sendiri itu sesuatu yang memungkinkan sampai level intelektualnya," kata komisioner Komnas HAM bidang Pengkajian dan Penelitian, Choirul Anam, di kantornya, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).


Gelap-Terang Kasus Novel BaswedanFoto: Mindra Purnomo

Pada Selasa (9/7), tim gabungan menyerahkan hasil investigasi kepada Kapolri. Tim ini sudah bekerja sekitar enam bulan sejak terbitnya surat perintah yang diteken Kapolri pada Selasa (8/1). Tim ini dibuat sebagai respons dorongan masyarakat yang menginginkan dibuatnya tim gabungan pencari fakta.

Anggota TGPF, Hendardi, menduga kasus ini bermotif politik. Hendardi mengatakan motif kasus ini bisa jadi tak cuma satu karena kasus ini kategori tingkat tinggi.

"(Maksudnya) Novel itu kan orang KPK, ini bisa dilihat ada latar belakang politik. Selama ini dari awal perkara ini kan sudah dilempar terus persoalan untuk Polri harus mengungkap, itu kan artinya kasus ini high profile," kata Hendardi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (9/7).


Laporan secara lengkap akan disampaikan pada Rabu (17/1) besok. Ada titik terang dalam investigasi ini, karena Polri menyebut ada kemajuan luar biasa. Selain motif, tim gabungan menemukan barang bukti. Temuan ini ditindaklanjuti oleh tim gabungan.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com