Surat Baiq Nuril untuk Presiden Jokowi

Ferdinan - detikNews
Sabtu, 06 Jul 2019 16:42 WIB
Baiq Nuril (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Baiq Nuril Maknun menuliskan curahan hati untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Baiq Nuril memohon agar Jokowi memberikan amnesti atas perkara ITE setelah upaya peninjauan kembali (PK) ditolak Mahkamah Agung (MA).

"Bapak Presiden, PK saya ditolak, saya memohon dan menagih janji bapak untuk memberikan amnesti karena hanya jalan ini satu-satunya harapan terakhir saya," kata Baiq Nuril dikutip dari tulisan tangan dalam selembar kertas, Sabtu (6/7/2019).

Pengacara Baiq Nuril, Joko Jumadi, menyebut tulisan tangan kliennya merupakan curahan hati setelah PK ditolak MA. Baiq Nuril tetap dihukum 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

"Tulisan tangan itu isinya curahan hati Ibu Nuril," ujarnya.




Sedangkan tim pengacara akan mengirim surat permohonan amnesti untuk Baiq Nuril. Surat permohonan akan berisi paparan alasan Baiq Nuril layak mendapatkan amnesti.


Surat Baiq Nuril untuk Presiden JokowiSurat Baiq Nuril untuk Presiden Jokowi (Foto: Dok. Istimewa)



"Kalau permohonan harus ada dasar-dasar, gambaran besar, seperti mengapa kasus ini layak mendapat amnesti. Kasus ini bisa menjadi preseden karena korban dikriminalisasi, korban takut melapor," kata Joko.

MA menolak PK yang diajukan Baiq Nuril karena dalam hukuman di tingkat kasasi dinilai tak terjadi kekhilafan pada putusan hakim. Dalam putusan MA, Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 27 ayat 1 UU ITE jo Pasal 45 ayat 1 UU ITE.





Baiq Nuril dinyatakan terbukti bersalah mentransfer/mentransmisikan rekaman percakapannya dengan mantan atasannya berinisial M saat Baiq Nuril menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram.

Sementara itu, Baiq Nuril menegaskan sengaja merekam percakapan dengan bekas atasannya di SMAN 7 Mataram berinisial M untuk membela diri. M, disebut Baiq Nuril, kerap menelepon dirinya dan berbicara cabul.



Tonton Video Berharap Amnesti Jokowi untuk Kasus Baiq Nuril:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Jokowi Resmikan Fasilitas Pengolahan Sampah Listrik di Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(fdn/fdn)