detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 19:28 WIB

Nenek Gendong Bayi Jadi Korban Jambret, KPAI: Penanganan Trauma Prioritas

Rolando - detikNews
Nenek Gendong Bayi Jadi Korban Jambret, KPAI: Penanganan Trauma Prioritas Alu, nenek yang terjungkal akibat dijambret saat sedang menggendong bayi. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengajak masyarakat menghidupkan sistem keamanan lingkungan atas kejadian jambret yang menimpa seorang nenek yang tengah menggendong cucunya di Tanjung Duren. KPAI menilai sistem keamanan lingkungan sangat penting.

"Dari kejadian tersebut, kita sadar bahwa sekarang kondisi keamanan tidak seperti yang lalu, maka perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa harus dihidupkan kembali sistem keamanan lingkungan. Ini menjadi penting," ujar Komisioner KPAI, Putu Elvina, saat jumpa pers bersama jajaran Polres Metro Jakarta Barat, di Mapolres Metro Jakarta Barat, Jalan S Parman, Slipi, Jakbar, Kamis (4/7/2019).


Putu mengatakan kekerasan dan kejahatan jalanan saat ini sudah sangat meresahkan. Dia berharap masyarakat sudah tahu ke mana harus melapor ketika mendapat kekerasan.

"Karena seperti yang kita tahu bahwa kekerasan atau penjahat jalanan sudah sangat banyak dan meresahkan. Pengawasan orang tua itu penting sehingga titik rawan sering terjadi kejahatan mudah diidentifikasi. Setidaknya masyarakat tahu ke mana harus segera melapor."

Sehubungan dengan korban, yaitu nenek dan sang cucu, Putu berharap penanganan trauma pada keduanya jadi prioritas. Korban, kata Putu, membutuhkan pengobatan secara keseluruhan.

"Terkait korban, di sini ada orang tua dan anak-anak jadi korban. Harapan KPAI, penanganan, terutama trauma, untuk neneknya maupun cucunya jadi prioritas. Kasus penjambretan ini korban butuh pengobatan yang holistik. Sehingga kita harapkan segera pulih," jelas Putu.


Sementara itu, Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengapresiasi jajaran Polres Metro Jakarta Barat karena secara cepat merespons kejahatan kepada anak dan orang tua. Di mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian.

"Saya kira ini tidak berlebihan, sebulan yang lalu persisnya di tempat ini juga, Komnas Perlindungan Anak dan pegiat perlindungan anak memberikan apresiasi kepada Polres Jakarta Barat yang respons terhadap tindakan kejahatan yang terjadi di wilayah Jakarta Barat. Sekali lagi, atas nama Komnas Perlindungan Anak, terima kasih memberikan apresiasi cukup tinggi," katanya.

Dari kejadian jambret terhadap nenek dan cucunya, Arist menilai sudah seharusnya ini menjadi kewaspadaan masyarakat. Dia meminta masyarakat, khususnya para orang tua, tidak memberikan perhiasan berlebihan kepada anak karena rentan menjadi sasaran jambret.

"Artinya, fenomena seperti ini yang menjadi kewaspadaan kita. Oleh karena itu, Komnas Perlindungan Anak mengimbau kepada semua keluarga, orang tua, untuk tidak memberikan aksesori kepada anaknya, tidak memberikan handphone kepada anaknya karena itu adalah sangat rentan jadi korban jambret," ucap Arist.


Sebelumnya, Tim Polres Jakarta Barat menangkap TI (38), pemotor yang menjambret perempuan yang sedang menggendong bayinya di Tanjung Duren, Jakarta Barat. Korban merupakan nenek bayi tersebut.

"Yang itu video seorang nenek menggendong bayi berusia 9 bulan dijambret dan nenek tersebut telentang ke bawah dan cucunya terlempar. Sehingga video tersebut tersebut begitu viral masif dan sangat meresahkan," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Sitepu di Polres Jakarta Barat, Jalan S Parman, Kamis (4/7).

Simak Video "2 Pria Diduga Jambret Jadi Bulan-bulanan Massa"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com