Anjing yang Dibawa Masuk Masjid di Sentul Ditemukan Mati

Jefrie Nandy Satria - detikNews
Rabu, 03 Jul 2019 12:38 WIB
Anjing masuk masjid di Bogor. (Foto: Screenshot video viral di Internet)
Kabupaten Bogor - Anjing yang dibawa SM (52) masuk ke Masjid Jami Al Munawaroh, Sentul City, sempat dicari oleh petugas keamanan setempat. Anjing itu kemudian ditemukan sudah mati.

Kepala Divisi Keamanan Sentul City, Paulus Krisdiyanto, mengatakan pihaknya saat itu mencari anjing tersebut sejak Senin (1/7/2019). Peristiwa SM membawa anjing itu masuk ke masjid itu terjadi pada Minggu (30/6).

"Sebagai satuan pengamanan wilayah, saya mencoba membantu pihak kepolisian mengungkap atau mencari yang saat itu hilangnya anjing ya. Karena di kawasan kita, kita coba mencari. Dari Senin itu kita sudah cari. Beberapa personel mencari tetapi tidak ditemukan selama dua hari," kata Paul saat ditemui di Mako Security Sentul City, Jalan Raya Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (3/7).


Anjing yang Dibawa Masuk Masjid di Sentul Ditemukan MatiFoto: Kepala Divisi Keamanan Sentul City, Paulus Kristianto (Jeffrie/detikcom)


Pada Selasa (2/7), seorang sekuriti menemukan anjing yang sudah tergeletak di bawah tiang listrik di salah satu pertigaan jalan. Lokasinya sekitar 100 meter dari Masjid Al Munawaroh. Saat itu, sekuriti Sentul City bersama-sama dengan kelompok pencinta binatang lalu lapor ke Polsek Babakan Madang.

"Setelah ditemukan ternyata sudah kondisi kayak demikian kita mencoba langsung lapor ke pihak berwajib. Sudah dilaporkan, sudah dicek keberadaan semuanya, karena penyayang binatang juga kami langsung menguburkan." ungkapnya.

Masjid Al Munawaroh / Masjid Al Munawaroh (Foto: Jefrie Nandy Satria/detikcom)

Saat ditemukan, tampak ada luka berdarah di mulut anjing itu. Saat berkoordinasi, polisi membenarkan bahwa anjing yang mati itu adalah anjing yang sama dengan anjing yang dibawa SM masuk masjid.

"Iya (polisi membenarkan itu anjing SM)," ucap Paul.


Sebelumnya diberitakan, SM saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka penodaan agama dan ditahan. Akan tetapi, karena keterangan keluarga menyebut SM memiliki riwayat gangguan kejiwaan dengan menunjukkan bukti perawatan kejiwaan dari dua rumah sakit, SM kemudian dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diobservasi.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri) Brigjen Musyafak menyatakan SM mengalami gangguan jiwa tipe skizofrenia tipe paranoid dan skizoafektif. Meski demikian, Polres Bogor tetap meneruskan kasus ini hingga pengadilan.

"Saya tekankan bahwa kasus ini terhadap tersangka kita kenakan Pasal 156 KUHP, 156a KUHP. Kita pastikan bahwa kasus ini tetap dilaksanakan penyidikannya. Lanjut. Kalaupun nanti hasil dari kejiwaan tersebut, pemeriksaan kejiwaan, memang memiliki gangguan kejiwaan, seperti yang dimaksud pada Pasal 44 ayat 2 KUHP, kejiwaan, itu semua nanti akan diputuskan di pengadilan. Jadi atas keputusan hakim di pengadilan," kata AKBP Dicky di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (2/7).


Terkait kasus ini, MUI tak yakin SM benar-benar sadar membawa anjingnya masuk ke masjid. MUI menyadari kasus tersebut bisa mengganggu hubungan beragama di Tanah Air. Karena itu, MUI mengimbau agar kasus tersebut tidak digembar-gemborkan.

"Kepada masyarakat, sudah selesai. Masjid menyatakan tidak ada masalah lagi," kata Wakil Ketua MUI Yunahar Ilyas di kantor MUI, Jl Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/7).


Karpet Masjid di Bogor Diganti Baru Usai Dimasuki Anjing:

[Gambas:Video 20detik]

Anjing yang Dibawa Masuk Masjid di Sentul Ditemukan Mati


Simak Video "Pengurus Masjid Bantah Nikahkan Suami Wanita Pembawa Anjing"
[Gambas:Video 20detik]
(imk/fjp)