detikNews
Senin 01 Juli 2019, 15:27 WIB

Kualitas Udara Jakarta Disebut Buruk, Ini Solusi Pemprov DKI

Matius Alfons - detikNews
Kualitas Udara Jakarta Disebut Buruk, Ini Solusi Pemprov DKI Foto: Kualitas udara Jakarta disebut buruk, ini solusi Pemprov DKI (Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan rencana untuk menanggapi kondisi udara yang tidak sehat. Kendaraan ramah lingkungan akan menjadi salah satu solusinya.

Kepala Dewan Transportasi Kota Jakarta, Iskandar mengungkapkan angka particulate matter (PM)2.5 telah meningkat jauh di atas standar Jakarta. Solusi untuk menurunkannya harus segera dilakukan.

"Kalau kita ingin kurangi PM2.5 ini maka harus ada langkah-langkah yang paling bagus yang sudah mulai kita laksanakan, yaitu penggunaan angkutan umum. Ini lebih baik lagi kalau bisa gunakan angkutan umum berbahan bakar listrik," ungkap Iskandar saat sambutan di gedung Anex, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).


Iskandar juga mengatakan tingginya polusi di Jakarta karena produksi gas rumah kaca yang masif di Jakarta. Menurutnya, Jakarta terus memproduksi gas rumah kaca dari kendaraan berbahan bakar minyak.

"Kendala terbesar adalah gas rumah kaca yang dihasilkan, gas rumah kaca tinggi sekali, kita terus produksi kendaraan yang gunakan BBM," katanya.

Menanggapi itu, Kepala Bidang Angkutan Umum Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Masdes Arroufy mengatakan pihak pemprov sudah menyiapkan beberapa langkah di bidang transportasi. Menurutnya Pemprov mulai menyiapkan beberapa kendaraan ramah lingkungan.

"Kita sudah siapkan bus listrik model BYD dan MAB, mungkin sebentar lagi akan dioperasikan, lalu ada 30 mobil unit listrik yang dilaunching oleh Blue Bird, yang 5 model tesla yang 25 unit model BYD, ini sudah jalan juga," kata Masdes.


Selain itu, Masdes menyebut kendaraan seperti sepeda listrik, hingga otoped listrik juga akan mulai dioperasikan di DKI Jakarta. Dirinya mengakui sudah membicarakan terkait regulasi transportasi ramah lingkungan dengan instansi lain.

"Kemudian upaya menurunkan polusi itu juga sudah dilakukan, kita sinergi dengan gowes di kawasan Monas, ini kita jajaki untuk open area ke luar, kemudian Migo juga, lalu otoped listrik juga akan dikembangkan di koridor MRT sebagai local transportasi, membantulah ini," tutur Masdes.

"Semua sedang kita godok, ini kita berharap juga bisa secepatnya kita tekan polusi dari kendaraan trasnportasi. Saat ini sedang kita siapkan," sambungnya.

Sementara itu, Kepala UPT LLHD DLHK Diah Ratna juga sudah menyiapkan roadmap jangka menengah hingga jangka panjang. Salah satu rencananya, yaitu pengembangan transportasi umum dan menyiapkan bahan bakar ramah lingkungan.

"Untuk pengendalian pencemaran kita sedang buat roadmap jangka menengah sampai jangka panjang misal peningkatan pengukuran kualitas udara, penerapan uji emisi kendaraan bermotor akan digiatkan kembali, pengembangan transportasi umum, penyediaan bahan bakar ramah lingkungan," paparnya.


Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi penilaian AirVisual soal kualitas udara DKI Jakarta yang disebut tidak sehat. Bagi Anies, buruknya udara di Jakarta disebabkan banyaknya kendaraan bermotor.

"Sumber terbesar masalah udara kita adalah kendaraan bermotor yang banyak di Jakarta," ucap Anies kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

Menurut Anies, solusi paling efektif adalah membuat sistem transportasi massal yang terintegrasi. Jadi masyarakat yang menggunakan kendaraan massal semakin banyak.


Sudah Beberapa Hari Langit Jakarta Tampak Samar, Ada Apa?:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "ILR: Caleg Gerindra Paling Banyak Divonis Pidana Pemilu 2019"
[Gambas:Video 20detik]

(maa/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com