Round-Up

Poin-poin dalam Dakwaan Sofyan Basir

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 25 Jun 2019 08:12 WIB
Mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir ketika mengikuti persidangan perdana perkara yang menjeratnya. (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Bermula dari Kotjo, yang ingin menggarap proyek di PLN. Karena kesulitan mendapatkan akses, Kotjo meminta bantuan rekan lamanya, yaitu Setya Novanto. Novanto pun mengarahkan Kotjo kepada Eni. Dari situ, Kotjo dikenalkan Eni kepada Sofyan. Namun, sebelum bertemu dengan Kotjo, Sofyan lebih dulu bertemu dengan Novanto.

"Dalam pertemuan itu, Setya Novanto meminta proyek PLTGU Jawa III kepada terdakwa untuk diberikan kepada Johanes Budisutrisno Kotjo," ucap jaksa.

NamunSofyan disebut jaksa menyebut proyek itu sudah adakandidatnya sehingga memintanya mengalihkan ke proyek lainnya. Selanjutnya, Sofyan bertemu dengan Eni danKotjo."Dalam pertemuan itu, terdakwa menyampaikan kepada Johanes Budisutrisno Kotjo agar ikut proyek Riau saja dengan kalimat, 'Ya sudah kami di Riau aja, jangan mikirin di Jawa karena sudah melebihi kapasitas', yang kemudian disanggupi oleh Johanes Budisutrisno Kotjo," ucap jaksa.

Kotjo pun mengajukan proposal sesuai arahan Sofyan. Singkat cerita, Kotjo mendapatkan proyek dengan skema penunjukan langsung.

"Terdakwa menyampaikan bahwa Johanes Budisutrisno Kotjo akan mendapatkan proyek PLTU MT Riau-1 dengan skema penunjukan langsung, di mana anak perusahaan PLN, yaitu PT PJB, akan memiliki saham konsorsium minimal sebesar 51 persen sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2016," sebut jaksa.
Halaman

(dhn/mae)