detikNews
Senin 17 Juni 2019, 13:58 WIB

PDIP Tepis Isu Megawati akan Mundur dari Kursi Ketua Umum

Zunita Amalia Putri - detikNews
PDIP Tepis Isu Megawati akan Mundur dari Kursi Ketua Umum Foto: Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. (dok. PDIP).
Jakarta - PDI Perjuangan (PDIP) menepis isu akan mundurnya Megawati Soekarnoputri dari kursi ketua umum menyusul rencana Kongres ke-V yang dipercepat. PDIP menegaskan Megawati masih dibutuhkan hingga saat ini.

"Nggak ada (isu mundur), kita membutuhkan (Megawati sebagai ketum) dan dari atas sampai bawah. Dan kita juga melihat Ibu masih benar memimpin PDIP, dan terbukti kemarin 2019 kita masih bisa menang," kata Ketua DPP PDIP Trimedya Pandjaitan di kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/6/2019).

Kongres merupakan forum resmi untuk memilih susunan pengurus partai. Isu soal regenerasi pimpinan PDIP pun menyeruak buntut dari agenda Kongres yang dipercepat.

"Regenerasi kan tidak harus di pucuk pimpinan, bisa aja regenerasi di bawahnya, sekjen dan ketua-ketua, wasekjen dan lainnya, itu kan bagian dari regenerasi," kata Trimedya.


Anggota DPR RI itu mengatakan tidak mengetahui pasti apa langkah ke depan Megawati untuk PDIP. Namun yang pasti, kata Trimedya, Megawati menginginkan PDIP semakin kuat di 2019 untuk persiapan menuju 2024.

"Tapi kita bisa menangkap apa yang diinginkan Ibu, tentu gerak partai harus lebih gesit lagi di periode yang akan datang ini. Kenapa? Tantangan yang paling utama kan seperti yang disampaikan oleh Ibu Ketum adalah pemilu 2024, pemilu 2019 ini adalah antara aja, tantang yang paling real itu nanti 2024," ucapnya.

Terkait percepatan Kongres V PDIP, menurut Trimedya itu adalah hak prerogratif Megawati sebagai Ketum. Dia pun sebagai kader menyerahkan seluruhnya pada Megawati.

"Memang itu (percepatan kongres) dimungkinkan di AD ART, apalagi hak prerogatif kan ada di dalam tangan Ibu ketua umum. Jadi kalau seandainya melihat kepentingan politik, Bu Mega menyatakan bahwa kongres itu dipercepat ya sah, karena kewenangan itu diberikan kepada Ibu ketua umum," sebut Trimedya.


Seperti diketahui, Kongres V PDIP sedianya dilaksanakan pada tahun 2020 mendatang. PDIP pun memastikan Kongres dipercepat dengan dilaksanakan pada 8-10 Agustus di Bali.

Isu soal regenerasi di tubuh PDIP muncul karena beredarnya surat Rakernas ke-IV PDIP yang diteken oleh putra Megawati, Prananda Prabowo sebagai Ketua DPP. Surat bernomor 5214/IN/DPP/V/2019 tersebut juga ditandatangani Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Surat yang ditandatangani putra Megawati yang akrab disapa Nanan itu kian menguatkan isu mengenai regenerasi pucuk pimpinan PDIP menyusul percepatan Kongres. Sebab, umumnya, surat undangan acara sekelas rakernas diteken oleh ketum dan sekjen.
(zap/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed