detikNews
Minggu 16 Juni 2019, 14:52 WIB

Bamsoet Didorong Jadi Ketum Golkar, Kosgoro 1957 Setia ke Airlangga

Danu Damarjati - detikNews
Bamsoet Didorong Jadi Ketum Golkar, Kosgoro 1957 Setia ke Airlangga Foto ilustrasi: Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartanto (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Sejumlah kader muda Partai Golkar mendorong Bambang Soesatyo jadi Ketua Umum Partai Golkar. Namun salah satu ormas pendiri Partai Golkar, Kosgoro 1957 menyatakan tetap setia ke Airlangga Hartanto.

"Kosgoro 1957 tidak akan keluar dari kebijakan Ketua Umum Agung Laksono. Orang yang pertama mendukung Pak Airlangga sebagai Ketum Golkar adalah Agung Laksono," kata Sekretaris Jenderal Kosgoro 1957 Sabil Rachman kepada wartawan, Minggu (16/6/2019).



Para pendukung Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, menilai Golkar tengah terpuruk di bawah kepemimpinan Airlangga. Namun, Kosogoro 1957 tidak sepakat. Justru Golkar tetap berjaya di bawah kepemimpinan Airlangga.

"Seorang Ketum Golkar yang dipilih oleh Munaslub, bekerja 15 bulan, bisa berhasil dalam dua peristiwa politik penting, yakni Pilpres yang telah berhasil memenangkan Pak Jokowi, dan Pileg yang menempatkan Golkar dengan raihan kursi terbanyak kedua setelah PDIP. Itu capaian yang tidak mudah. Pak Airlangga perlu kita apresiasi," kata Sabil yang juga Ketua DPP Bidang Ormas Golkar ini.


Kader muda yang mendukung Bamsoet menggantikan Airlangga adalah Barisan Pemuda Partai Golkar (BPPG). Sabil menilai lembaga itu tidak dikenal di Golkar secara resmi. BPPG didengarnya telah melibatkan kader-kader Kosgoro 1957, namun Sabil menyebut mereka bukanlah pengurus Kosgoro 1957.

"Itu bukanlah pengurus, tapi orang yang disiapkan menjadi Plt Kosgoro DKI, baru disiapkan menjadi Ketua Plt himpunan mahasiswa Kosgoro DKI. Dia mengambil langkah yang menurut kita insubordinatif. Saya bicara dengan Pak Slamet Riyadi Ketua Kosgoro '57 DKI, agar SK Plt Kosgoro itu bukan lagi ditangguhkan tapi dianggap tidak diproses. Dengan demikian dia tidak punya legitimasi lagi mengambil langkah-langkah menggunkaan atribut Kosgoro '57," kata dia.


BPPG yang mendorong Airlangga diganti oleh Bamsoet berpandangan terjadi penurunan signifikan dari suara Partai Golkar. Mereka menyebut Golkar kehilangan lebih dari 1,2 juta suara dan mengakibatkan Golkar kehilangan 6 kursi di DPR RI. Oleh karena itu, BPPG mendesak DPP untuk melaksanakan Munas segera di Juli atau Agustus untuk mengevaluasi kondisi partai saat ini. Mereka ingin Munaslub digelar Juli hingga Agustus.

"Kita mendorong musyawarah nasional dipercepat. Ini karena kita bersepakat bahwa sebenarnya Golkar ini dalam kondisi kritis. Jadi, ini adalah titik terendah dari pemilu-pemilu sebelumnya bahwa sekarang Golkar dari 2 besar turun jadi 3 besar," kata Inisiator BPPG, Abdul Aziz kepada detikcom di Hotel Sultan, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, tadi.


Mau Tahu Kader Usulan Golkar untuk Pimpin DPR/MPR?:

[Gambas:Video 20detik]


(dnu/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed