Adalah Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mengungkapkan kekecewaan SBY. Ferdinand mengungkapkan kekecewaan dan ketidaknyamanan SBY saat memberi penjelasan perihal video dengan narasi sang Ketum Partai Demokrat itu tengah tersinggung atas pernyataan Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat video tersebut, netizen kemudian menyoroti soal gestur SBY yang berubah saat Prabowo berbicara soal pilihan politik Ani Yudhoyono pada Pilpres tahun 2014 dan 2019. Video yang dinarasikan sang jenderal tengah tersinggung itu memperlihatkan gestur SBY yang semula memainkan jari langsung berubah menjadi bersedekap.
"Ya ini kan bermula dari keterangan Pak Prabowo yang menyatakan bahwa beliau dipilih Bu Ani 2014, 2019. Ini kan sesuatu yang tidak elok dibicarakan, tidak baik, dan tidak patut bicara politik pada saat suasana duka," kata Ferdinand kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).
"(Pak SBY) Jelas kecewa dan tidak nyaman," imbuh dia.
Mengetahui sang pimpinan parpol koalisi kecewa, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno buru-buru memberi penjelasan. BPN Prabowo-Sandiaga menegaskan tak ada maksud bagi sang capres untuk mempolitisasi Ani Yudhoyono.
"Pertama tidak ada maksud Pak Prabowo untuk mempolitisasi soal pernyataan beliau soal Bu Ani. Beliau (Prabowo) itu kan ditanya wartawan, Pak Prabowo juga mungkin ya merasa senang, ada kebanggaan tersendiri bahwa Bu Ani memilih beliau dan itu menjadi salah satu kenangan," kata Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).
"Jadi beliau menyampaikan itu tanpa bermaksud mempolitisasi, lalu memperkeruh suasana dalam suasana berduka ini, hanya spontan saja," imbuhnya.
Sementara Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, pernyataan Prabowo tak lebih merupakan bentuk kekaguman dan kebanggaan Prabowo terhadap sosok Ani Yudhoyono. Tak ada maksud lain.
"Pak Prabowo mengekspresikan kekaguman, haru dan berterimakasih dan kebanggaan terhadap Almarhumah Bu Ani Yudhoyono. Bila ditafsirkan berbeda, InsyaaAllah Pak Prabowo Ikhlas, beliau 'A Man of His Word'," kata Dahnil.
Halaman 2 dari 2











































