detikNews
Jumat 31 Mei 2019, 10:05 WIB

Ridwan Kamil Jawab Netizen soal Viral Simbol Segitiga di Masjid Rancangannya

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Ridwan Kamil Jawab Netizen soal Viral Simbol Segitiga di Masjid Rancangannya Ridwan Kamil (Mochamad Solehudin/detikcom)
Jakarta - Media sosial diramaikan video yang mengaitkan masjid yang dirancang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan simbol segitiga. Perihal viral video masjid terkait segitiga itu juga ditanyakan netizen di akun Instagram Ridwan Kamil.

Dilihat detikcom, Jumat (31/5/2019), video itu menampilkan seorang pria yang tengah mengulas bangunan Masjid Al-Safar, yang diarsiteki Ridwan Kamil. Si pria mengaku memfoto masjid beserta isi di dalamnya yang dinilai akrab dengan nuansa segitiga.

"Ini pintu masuknya dan lihat ini segitiga semua. Nyaris segitiga semua. Bahkan ketika masuk ke dalam, ini segitiga, satu mata. Maka, ketika kita salat, sebetulnya kita menghadap siapa, menghadap Allah atau segitiga satu mata?" kata pria itu dalam video viral itu.



Ridwan Kamil Jawab Netizen Soal Viral Simbol Segitiga di Masjid RancangannyaMasjid Al Safar (Dok. Istimewa)

Seorang netizen lantas menanyakan video viral tentang masjid bernuansa segitiga itu kepada Ridwan Kamil dalam kolom komentar unggahannya tentang mudik di Instagram. Untuk diketahui, Masjid Al-Safar berdiri di rest area Km 88 B Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat. Masjid Al-Safar, disebut Ridwan Kamil, merupakan karyanya sejak 2012.

"Ada video soal masjid yang kang RK bangun berkaitan dengan simbol2 segitiga, saya non muslim, tapi kok ikut miris melihat cara2 provokasi tsb... mohon segera klarifikasi kang..," tulis si netizen.

Apa kata Ridwan Kamil? Menurut mantan Wali Kota Bandung itu, pihak-pihak yang mengaitkan simbol segitiga dengan kerangka masjid yang dibangunnya itu hanya menafsir tanpa upaya meminta klarifikasi langsung kepadanya.



Menurut Kamil, yang memang berlatar arsitek, andai geometri segitiga dipersoalkan, tak ada bangunan masjid tropis ala pendopo di dunia ini. Dia meminta akal sehat harus dipakai dalam melihat sesuatu.

"Mereka menafsir tanpa pernah sedikitpun bertanya/tabayyun. Jika segitiga dilarang, maka di duniaini geometri tinggal tersisa kotak dan lingkaran. Maka masjid2 tropis dgn atap ala pendopo pun harus dihancurkan? Kita ikut akal sehat saja," sebut Ridwan Kamil. Cuitan Ridwan Kamil, pertanyaan netizen, dan respons Kamil ditulis apa adanya.


(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com