detikNews
Rabu 22 Mei 2019, 11:59 WIB

Pembakar Mobil di Asrama Brimob Petamburan Diduga Massa Settingan

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Pembakar Mobil di Asrama Brimob Petamburan Diduga Massa Settingan Ilustrasi kerusuhan (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Polri menjelaskan kronologi kerusuhan di Jakarta dini hari tadi. Polri menduga ada 200 orang yang di-setting beraksi pada pukul 03.00 WIB untuk menyerang polisi.

Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan ada kelompok massa di luar pendemo Bawaslu yang beraksi menjelang sahur. Padahal massa yang berdemo di Bawaslu disebutnya sudah bisa diurai aparat.

"Sewaktu pendorongan, massa tersebut pecah menjadi dua, ada yang ke arah Sabang, ada yang ke arah diduga ke beberapa gang-gang kecil, ke beberapa gang-gang kecil, dan sekira pukul 02.45 WIB, ada sekelompok massa lagi yang lain daripada massa tadi. Massa yang tadi sudah terurai oleh petugas," kata M Iqbal di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).


Iqbal menyebut Polda Metro Jaya sudah berhasil mengamankan 58 provokator. Ke-58 provokator itu sedang didalami petugas. Namun ada dugaan massa tersebut berasal dari luar Jakarta.

"Dugaan sementara, mayoritas massa tersebut dari luar Jakarta, mayoritas dan kita menemukan beberapa indikasi, nanti saya sampaikan, ada indikasi-indikasi," ucap Iqbal.

"Pada saat bersamaan, pada pukul 03.00 WIB tersebut, ada lebih-kurang 200 massa yang berkumpul di KS Tubun. Memang kita massa banyak, kalau kita duga massa tersebut sudah dipersiapkan dan di-setting," ucap Iqbal.


Iqbal menyebut polisi memberikan imbauan kepada massa tersebut, bahkan dibantu pemuka-pemuka FPI. Iqbal menyebut saat itu sudah ada komunikasi.

"Namun seketika itu juga massa tersebut bergerak ke arah Asrama Polri di Petamburan dan mereka menyerang asrama tersebut dengan batu, molotov, petasan, botol-botol yang ada. Memang ada piket di situ, SOP, asrama itu ada piket, kebetulan itu Asrama Brimob dan gabung dengan polisi-polisi pada fungsi lain. Dihalau dengan gas air mata," ucap Iqbal.


Meski demikian, massa tersebut bukannya berhenti tapi malah masuk ke asrama sebelum berlanjut melakukan perusakan.

"Ini yang brutal lagi, membakar beberapa kendaraan yang parkir di sana, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan dinas," ucap dia.

Ada belasan mobil yang terbakar dalam aksi brutal tersebut. Polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga bagian dari massa brutal itu. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman.
(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com