DetikNews
Sabtu 18 Mei 2019, 13:03 WIB

Terduga Teroris Pak Jenggot Dikenal Sebagai Juru Parkir

Audrey Santoso - detikNews
Terduga Teroris Pak Jenggot Dikenal Sebagai Juru Parkir Polisi berjaga ketat di gang rumah terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot di Bogor, Jawa Barat. (Audrey/detikcom)
Cibinong - Terduga teroris Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot dikenal warga sebagai juru parkir di Jalan Raya Bogor, tepatnya depan pabrik PT Bintang Mas, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Warga tak menyangka Pak Jenggot, atau yang lebih dikenal warga Pak Endang diduga terlibat jaringan teroris.

"Tahu (Pak Jenggot), memang orang sini asli. Itu di dalam gang itu, dekat rumahnya, ya rumah keluarga besar dia. Sehari-hari (Pak Jenggot bekerja) tukang parkir di jalanan depan Pabrik Bintang Mas," kata Lastri, warga RT 02 RW 03, kepada detikcom di seberang gang rumah Pak Jenggot, Jalan Raya Bogor, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).


Rumah terduga teroris Pak Jenggot berada persis di pinggir Jalan Raya Bogor, sementara rumah Lastri terletak di seberangnya. Karena area tersebut saat ini sedang disterilkan polisi, Lastri dan para tetangga Pak Jenggot hanya bisa menonton polisi yang sedang melakukan pengamanan dari seberang gang.

"Dia yang nyebrangin orang-orang, nyebrangin kendaraan kalau bubaran pabrik. Kalau sore itu dia yang tukang parkirnya. Dia kalau markir di situ sore. Kalau bubaran pabrik, dia yang atur jalan," sambung Lastri.

Menurut Lastri, Pak Jenggot merupakan sosok yang pendiam. Ciri khas Pak Jenggot saat sedang menjadi juru parkir adalah mengenakan topi dan kacamata hitam.


"Kami malah nggak nyangka saja. Kesehariannya begitu kok, orangnya nggak banyak omong, kalem saja gitu. Pakaiannya biasa saja, pakai topi sama kacamata hitam kalau lagi kerja. Cuma celananya cingkrang, jenggotnya emang panjang," tutur Lastri

Lastri mengaku baru mengetahui Endang alias Abu Rafi alias Pak Jenggot ditangkap karena terlibat jaringan terorisme sejak kemarin malam.

"Sebenarnya sore kemarin juga sudah ramai, sudah banyak polisi. Warga lainnya kira ada polisi karena ada kecelakaan karena memang sempat ada motor jatuh di depan gang rumahnya," jelas Lastri.

Lastri mengaku takut setelah tahu tetangganya adalah terduga teroris. Dia bersyukur aparat kepolisian menangkapnya karena, menurutnya, sekitar setahun lalu terdengar bunyi ledakan dari gang rumah Pak Jenggot.

"Harapannya gimana caranya ditangkap-tangkapin saja kalau teroris. Kita kan ngeri, kita warga nggak tahu apa-apa, jangan sampai jadi korban. Karena pernah setahun ke belakang kemarin, saya lupa kapan itu. Ada meledak," cerita Lastri.

"Setahun ke belakang ada bunyi meledak, kita pikir petasan. Bunyinya dari dalam gang situ (sambil menunjuk gang rumah Pak Jenggot), di dekat rumah dia. Kita pikir kan anak-anak main petasan kali, karena di belakang rumahnya ada lapangan," imbuh dia.

Ledakan kala itu, diakui Lastri, sempat membuat beberapa warga keluar rumah. Namun ledakan tak menimbulkan dampak sehingga kejadiannya berlalu begitu saja.

"Dari dalam gang bunyinya, agak gede. Kita kaget, lalu keluar. Kata orang gang itu dari deket rumah Pak Jenggot. Tapi kita semua kira 'oh lagi main petasan kali'. Kan banyak anak-anak juga," tutup dia.



Tonton juga video Bicara Komunisme dan Perlawanan, Ketua GNPF-U Bogor Diciduk Polisi:

[Gambas:Video 20detik]


(aud/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed