DetikNews
Jumat 17 Mei 2019, 22:21 WIB

Panglima TNI-Mahfud Bertemu, Bahas Kesiapan Pengamanan Pascapemilu

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Panglima TNI-Mahfud Bertemu, Bahas Kesiapan Pengamanan Pascapemilu Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud Md memimpin Gerakan Suluh Kebangsaan bertemu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pertemuan itu dilakukan membahas kesiapan pengamanan pascapemilu.

"Bertemu dengan Bapak Panglima untuk mendengar kesiapan mengamankan atau menjaga kita yang sedang punya pesta demokrasi dan alhamdulillah semuanya baik, tidak ada sesuatu yang mengkhawatirkan, dan kami rasanya tenang. Bangsa ini insyaallah tetap bersatu dengan riak-riaknya yang tentu saja kecil, yang alhamdulillah diantisipasi oleh Bapak Panglima," ujar Mahfud seusai pertemuan tertutup dengan Hadi di rumah dinas Panglima TNI, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Mahfud mengatakan bisa saja ada kelompok yang hendak memanfaatkan kondisi pascapemilu. Dia menyebut 'penumpang gelap' itu adalah hal biasa dan diramaikan di media sosial.

"Yang ramai kan di medsos saja dan di elite-elite yang jumlahnya sangat terbatas. Bahwa ada spekulasi 'penumpang gelap', ada ini, ada itu, saya kira itu biasa, apalagi itu diramaikan oleh medsos," imbuhnya.



Mahfud meminta masyarakat tenang dan tidak mudah terprovokasi isu yang beredar. Menurutnya, proses pemilu kali ini berjalan dengan aman dan sesuai konstitusi.

"Rakyat supaya tenang, tidak terprovokasi oleh berita-berita yang barangkali hanya akan merugikan dan buang-buang energi. Ini sudah jalan, kok. Semua proses pemilu sudah mendekati saat-saat terakhirnya, dan insyaallah selesai dengan aman, sesuai dengan konstitusi, gitu aja," ucapnya.

Marsekal Hadi juga menyatakan saat ini kondisi di daerah kondusif. Dia berharap semua pihak bisa mencairkan situasi seusai pemilu yang membuat masyarakat terbagi dalam dua pilihan berbeda.

"Termasuk di Jakarta pun kami juga menginginkan para tokoh masyarakat, tokoh agama juga, bisa mencairkan situasi yang beberapa hari ini terjadi polarisasi karena terbagi dua dan beda pilihan dan tentunya setelah semuanya selesai. Kita juga bisa kembali bersatu dan menjaga persatuan dan kesatuan," tutur Hadi.



Hadi mengatakan juga menjelaskan kepada tokoh-tokoh GSK mengenai tugas-tugas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan, tak hanya pada 22 Mei, tetapi hingga selesainya proses pelantikan presiden pada 20 Oktober 2019. Hadi juga turut menanggapi isu 'penumpang gelap' yang menurutnya hanya ramai di media sosial.

"Ramainya kan di medsos saja. Di dunia nyatanya, di sini semua bisa lancar. Mudah-mudahan dengan pertemuan saya dengan beliau-beliau nanti, dengan Pak Mahfud, semua bisa berjalan, bisa baik sesuai dengan yang kita inginkan," ucap Hadi.

Selain itu, Hadi memastikan TNI siap membantu dalam proses pengamanan saat pengumuman hasil rekapitulasi nasional pemilu yang akan dilaksanakan KPU. Menurutnya, TNI-Polri sudah menyiapkan hal yang dibutuhkan untuk menjaga keamanan.

"Ya kita tentunya dengan adanya informasi-informasi akan adanya aksi ya, kita harus menyiapkan semuanya," ujarnya.

"Menyiapkan di wilayah-wilayah yang kemungkinan besar akan didatangi, yaitu KPU, Bawaslu, kemudian di Senayan, termasuk Istana. Protap itu adalah simbol-simbol negara yang harus diamankan oleh TNI/Polri, ya," imbuhnya.

Hadi juga menanggapi soal adanya penangkapan terduga teroris yang disebut akan beraksi pada 22 Mei. Menurutnya, penangkapan itu adalah wewenang Polri sebagai langkah antisipasi.

"Kemudian terkait dengan penangkapan, itu adalah, apa, sudah menjadi wewenang dari kepolisian untuk mengantisipasi dan tidak ada pemilu pun mereka juga menangkap. Jadi itu, apa namanya, tidak ada terkait kegiatan itu kegiatan-kegiatan rutin. Mudah-mudahan tidak ada masalah," tutur Hadi.

Pertemuan tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh dari GSK, di antaranya Prof Komaruddin Hidayat, Romo Magnis Suseno, dan cendekiawan muslim Amin Abdullah. Turut hadir pula mendampingi Panglima TNI, KSAD Jenderal TNI Andhika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.
(azr/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed