DetikNews
Selasa 14 Mei 2019, 10:16 WIB

Said Didu Pensiun Dini demi Jadi 'Oposisi', BPN: Kesatria

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Said Didu Pensiun Dini demi Jadi Oposisi, BPN: Kesatria Said Didu (Ari Saputra/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pensiun dini Said Didu sebagai PNS adalah sikap kesatria. Said disebut sebagai contoh dan teladan yang baik.

"Menurut saya, beliau seorang kesatria, yang berani mengambil sikap untuk mengundurkan diri. Kita sangat menghargai sikap Pak Said yang menurut saya kesatria, contoh yang baik dan teladan yang baik menurut saya," kata juru bicara BPN Andre Rosiade kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).


Andre mengatakan tak banyak orang yang berani mundur dari jabatan karena ingin fokus mengkritik pemerintah. Menurutnya, yang ada justru mereka yang tidak mau mundur walaupun sudah terbukti berpolitik praktis.

"Yang malah terjadi sekarang orang itu malah nggak mau meninggalkan jabatannya, meskipun orang itu terbukti berpolitik praktis. Contoh, seharusnya komisaris BUMN, direktur BUMN, maupun pejabat publik itu seharusnya kan berlaku netral, tapi dia pro-Pak Jokowi dalam pemilu, misalnya. Tapi mereka tidak berani meninggalkan jabatannya di komisaris BUMN," jelas Andre.

Politikus Gerindra ini menilai Said telah memberikan tradisi baru dalam sejarah Indonesia dengan sikapnya yang berani mundur dari jabatan. Dia lalu menyinggung sikap berbeda dari kedua cawapres soal jabatan masing-masing.

"Saya nilai yang dilakukan oleh Pak Said ini adalah sikap yang kesatria dan contoh yang baik bagi rakyat Indonesia. Sama seperti Bang Sandi, maju dari wakil presiden, beliau mengundurkan diri dari Wagub DKI. Beda dengan Pak Kiai Ma'ruf, hanya nonaktif jadi Ketua MUI," tuturnya.


Sebelumnya, Said Didu memutuskan pensiun dini dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) karena ingin fokus mengkritik pemerintah. Dia mengundurkan diri setelah menjadi abdi negara selama 32 tahun.

"Saya mengajukan pengunduran diri ke sekretaris utama ke BPP Teknologi untuk keinginan saya untuk berhenti menjadi pegawai negeri sipil setelah mengabdi 32 tahun 11 bulan 24 hari. Yang sebenarnya saya masih punya kesempatan untuk tidak pensiun sampai umur 65 tahun karena saya, jadi seharusnya pensiun itu 2027, tapi saya majukan jadi 2019," ucap Said Didu.

"Alasan utama saya adalah saya ingin bebas berkiprah di negeri untuk melakukan perbaikan, itu alasan utama saya. Tidak diatur-atur oleh aturan yang dibikin sedemikian rupa, hingga ruang pengabdian semakin sempit," imbuhnya.


Said Didu: Kecurangan Pemilu Terstruktur, Sistematis, dan Masif
(azr/idh)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed