DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 15:57 WIB

Eks Menkeu Agus Martowardojo Absen dari Panggilan KPK Terkait e-KTP

Haris Fadhil - detikNews
Eks Menkeu Agus Martowardojo Absen dari Panggilan KPK Terkait e-KTP Dok.detikcom/ Mantan Menkeu Agus Martowardojo/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo tak memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Tak ada keterangan terkait penyebab tidak hadirnya Agus.

"Belum diperoleh Informasi terkait ketidakhadirannya," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).

Agus dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anggota DPR Fraksi Golkar Markus Nari. Selain Agus, KPK hari ini juga memanggil anggota DPR F-Golkar lainnya Ahmadi Noor Supit.





Ahmadi sendiri hadir memenuhi panggilan KPK. Dia mengatakan tidak mengerti proses pembahasan anggaran e-KTP, yang menurutnya dilakukan sebelum dirinya menjadi Ketua Badan Anggaran DPR.


Ahmadi Noor Supit usai diperiksa KPKAhmadi Noor Supit usai diperiksa KPK Foto: Haris Fadhil-detikcom



"Kaitannya soal e-KTP. Tapi, saya menjadi ketua Banggar (Badan Anggaran) sudah tidak ada lagi pembicaraan soal e-KTP. Jadi saya tidak mengerti. Itu saja, klarifikasi saja," ucap Ahmadi.

Markus merupakan salah satu dari delapan tersangka e-KTP yang diproses KPK. Selain Markus, ada tujuh orang lain yang sudah diproses KPK, mulai penyidikan hingga kini sudah divonis bersalah.

Dia dijerat KPK dengan 2 sangkaan yaitu terkait kasus korupsi proyek e-KTP dan terkait dugaan merintangi penyidikan. Atas 2 sangkaan itu, KPK tengah mempertimbangkan untuk menggabungkannya dalam 1 berkas.





Dalam kasus dugaan korupsi, Markus diduga menerima uang untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek pada tahun anggaran 2013.

KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar yang diserahkan oleh eks Pejabat Kemendagri, Sugiharto, yang kini menjadi terpidana kasus e-KTP.

Selain itu, nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, yang juga kini telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. Markus disebut menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu.


Tonton juga video MA Berhentikan Sementara Hakim Tersangka Suap:

[Gambas:Video 20detik]


(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed