detikNews
2019/05/06 20:04:25 WIB

Round-Up

'Form C1' Diamankan, BPN Teriak Kejanggalan

Tim Detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Form C1 Diamankan, BPN Teriak Kejanggalan Penampakan kardus berisi ribuan form C1. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Ribuan formulir C1 asal Jawa Tengah yang menguntungkan pasangan nomor urut 02 ditemukan di sebuah mobil saat operasi lalu lintas di Menteng, Jakarta Pusat. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meneriakkan kejanggalan atas penemuan tersebut.

Menurut komisioner Bawaslu DKI, Puadi, form C1 yang ada di dua kardus ditemukan ketika ada operasi lalu lintas pada Sabtu (3/5) kemarin. Dua kardus berisi ribuan form C1 itu diamankan dari sebuah mobil yang disebut-sebut taksi online.

"Ya karena memang ada operasi lalu lintas Polres Jakarta Pusat, Sabtu (3/5) pukul 10.30 WIB. Ya biasa, kalau polisi kan kalau operasi lihat lihat nomor pelat dari mana, kemudian diberhentikanlah mobil Daihatsu Sigra itu," kata Puadi saat dimintai konfirmasi, Senin (6/5/2019).


Bawaslu pun melakukan investigasi soal penemuan ribuan form C1 yang belum dapat dipastikan asli atau palsu itu. Investigasi dilakukan oleh Bawaslu Jakarta Pusat.

"Kami instruksikan ke Bawaslu Jakpus untuk pertama adalah investigasi. Kemudian menelusuri dan mendalami, kemudian kalau sudah cukup kuat alat bukti, ya kemudian silakan pleno di internal Bawaslu Jakpus. Kemudian langkah selanjutnya adalah segera diregistrasi. Kalau sudah diregistrasi, kan punya waktu 14 hari," jelas Puadi.

"Cuma masalahnya kan kita belum bisa menyimpulkan bahwa apakah itu C1 asli atau palsu," lanjutnya.

Menurut Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat Roy Sofian Fatra Sinaga, dua kardus berisi formulir C1 tersebut diamankan di Jl Besuki, Menteng, Jakpus. Kardus pertama berisi 2.006 C1, sementara kardus kedua berisi 1.761 C1.


"Kardus putih berisi 2.006 C1 dan kardus cokelat 1.761 C1. Dapatnya di Jl Besuki dekat Taman Suropati," ungkap Roy.

Form C1 yang ditemukan tersebut menguntungkan pasangan nomor 02 dan merugikan pasangan 01. Hanya, menurut Roy, isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi TPS.

"Misalkan suara (pasangan) 01 (berjumlah) 100 suara dan (pasangan) 02 (berjumlah) 50, di C1 yang kita dapatkan itu 01 (berjumlah) 50 dan 02 (berjumlah) 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda," ungkapnya.

Dari foto Bawaslu Jakpus, tampak kardus itu bertuliskan 'Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto No 93 Menteng Jakarta Pusat'.

Bawaslu Jakpus saat ini masih menginvestigasi keaslian formulir C1 tersebut. Selain itu, Bawaslu Jakpus berencana memeriksa sopir mobil yang membawa dus berisi ribuan formulir C1 tersebut.

"Masih kita lakukan investigasi," tambah Roy.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed