DetikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 15:32 WIB

6 Orang yang Terjaring OTT Hakim di Balikpapan Diterbangkan ke Jakarta

Tim detikcom - detikNews
6 Orang yang Terjaring OTT Hakim di Balikpapan Diterbangkan ke Jakarta Foto: Gedung KPK. (Agung Pambudhy-detikcom)
Balikpapan - Sebanyak enam dari tujuh orang yang diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur sudah diterbangkan ke Jakarta. Mereka akan dibawa ke kantor KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dilansir Antara, sejumlah orang tersebut dibawa dari tahanan Direktorat Reserse Kriminal Polda Kalimantan Timur ke Bandara Sepinggan, Balikpapan, dengan pengawalan pekat, pada Sabtu (4/5/2019) pagi. Mereka diterbangkan ke Jakarta pada penerbangan pukul 06.26 Wita.


Mereka adalah hakim pada PN Balikpapan atas nama Kayat, panitera Fachrul Azami, dan petugas keamanan (satpam) PN Balikpapan Supriyanto. Kemudian ada pengacara Jhonson Siburian dan Daniel Manurung serta staf Rosa Isabela. Satu lagi adalah warga atas nama Sudarman yang ditangkap di rumahnya dengan dugaan keterlibatan kasus yang sama.

"OTT dimulai Jumat sekira pukul 17.30 di PN Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Ade Yaya Suryana.

Dalam OTT ini, di satu ruangan di PN Balikpapan, KPK menyita uang sebesar Rp100 juta. Uang ini diduga sebagai uang yang diberikan untuk menyuap hakim guna membebaskan terdakwa dari hukuman dalam satu kasus tanah di Balikpapan. KPK kemudian menyegel ruangan ini.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan mereka yang diamankan tersebut diduga terlibat dalam penanganan kasus penipuan dokumen tanah yang sidangnya tengah digelar di Pengadilan Negeri Balikpapan.

"Hakim disuap dengan permintaan membebaskan terdakwa," ujar Laode. Sebelum OTT ini, juga kuat diduga sudah pernah terjadi aktivitas serupa.

"Jadi kuat dugaan bukan yang pertama kali," kata Humas KPK Febri Diansyah pada kesempatan terpisah.


Hakim Kayat sebelum ini menyidangkan kasus yang cukup menarik perhatian, yaitu kasus pencemaran Teluk Balikpapan oleh tumpahan minyak. Hakim Kayat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp15 milar kepada nakhoda kapal MV Ever Judger Zhang Deyi.

Selain sebagai pengacara, Jhonson Siburian juga dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat National Corruption Watch (NCW). Satu hal yang menjadi perhatian NCW adalah kasus-kasus tumpang tindih kepemilikan lahan di Balikpapan. Bukan kebetulan, Sudarman adalah pengusaha properti, dan menjadi terdakwa dalam kasus penipuan dokumen tanah tersebut, sementara Jhonson adalah pengacaranya.


Simak Juga 'Diduga Terima Hadiah Mewah, Bupati Talaud Kena OTT KPK':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed