detikNews
Jumat 03 Mei 2019, 11:48 WIB

Petakan Kelompok Anarcho Syndicalism, Polri Gandeng BIN-Kemenkum HAM

Audrey Santoso - detikNews
Petakan Kelompok Anarcho Syndicalism, Polri Gandeng BIN-Kemenkum HAM Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Polri menggandeng sejumlah instansi dalam mengidentifikasi dan memetakan kelompok anarcho syndicalism di Indonesia. Proses identifikasi ini diperlukan Polri untuk mengungkap aktor di balik kelompok massa berbaju hitam-hitam ini.

"Tidak hanya Polri sendiri, tentunya kerja sama dengan stakeholders terkait. Karena ini masalah kelompok atau organisasi, nanti masalah legalnya dari Kemenkumham yang akan membantu polisi mengidentifikasi kelompok tersebut. Kemudian dari Badan Intelijen Negara juga akan memberikan kontribusi kepada Polri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Mei (3/5/2019).



Dedi menuturkan pihaknya sangat hati-hati dalam menganalisa tokoh dan keanggotaan kelompok yang beraksi saat May Day ini. Keterkaitan antara massa anarcho syndicalism di satu daerah dengan daerah lainnya masih diselidiki.

"Polri dalam hal ini melihat dari perspektif keamanan dan penegakan hukum. Jadi semua butuh waktu, tidak terburu-buru agar jelas organisasi ini siapa yang menjadi tokohnya di tiap daerah, berapa keanggotaannya, kemudian nanti juga kita akan dalami keterkaitan jaringan di beberapa daerah," kata Dedi.



Selain itu, Dedi juga meminta para orang tua meningkatkan kontrolnya terhadap pergaulan anak-anak yang rentan terkena doktrin negatif. Dia prihatin dengan banyaknya jumlah pelajar yang terhasut ajakan kelompok anarcho syndicalism di Bandung, Jawa Barat.

"Khusus anak anak, pola yang dilakukan Polda Jabar dan Polrestabes Bandung adalah memanggil seluruh orang tua. Polanya adalah pola persuasif pembinaan semuanya karena kita cukup prihatin, mereka (anarcho syndicalism) melibatkan anak pelajar di Bandung. Ada yang SMA, bahkan ada yang SMP," tutur Dedi.

"Kelompok usia tersebut sangat rentan mencari jati diri. Kami melibatkan orang tua dan sekolah untuk mengontrol mereka. Karena kalau sedang mencari jati diri, bisa disusupi oleh doktrin kelompok tersebut dan sangat membahayakan," imbuh Dedi.



Kelompok 'anarcho-syndicalism' merusuh saat aksi buruh May day 2019 di sejumlah daerah Indonesia. Kelompok berbaju hitam-hitam itu melakukan vandalisme, perusakan dan provokasi.

Kelompok vandal 'Huruf A' ini menyusup di tengah aksi buruh, Rabu (1/5/2019) di Bandung, Jakarta, hingga Makassar. Vandalisme yang dilakukan mulai dari corat-coret tembok hingga merusak pagar Halte TransJakarta Tosari, Jakarta Pusat dan Jembatan Kahuripan Malang, Jawa Timur.


Saksikan juga video 'LBH Sebut Penangkapan Massa Berbaju Hitam di May Day Tak Jelas':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed