Perhiasan hingga Tas Mewah di Pusaran Rasuah

Dhani Irawan - detikNews
Rabu, 01 Mei 2019 12:15 WIB
Barang-barang mewah yang disita KPK pada OTT yang menjerat Bupati Talaud (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Keglamoran dengan gelimang harta mewah dianggap KPK tidak sejalan dengan semangat antikorupsi. Terlebih, para pejabat yang disebut lembaga antirasuah itu sebagai teladan bagi publik tidak seharusnya menampilkan gaya hidup bermewah-mewahan.

"Gaya hidup dan kebiasaan menggunakan barang bermerek dan mahal tidaklah sejalan dengan semangat kesederhanaan dalam upaya pencegahan korupsi," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan.
Hal itu disampaikan Basaria di akhir pengumuman penetapan tersangka Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip pada Selasa, 30 April kemarin. Basaria memang giat menyuarakan peran perempuan sebagai agen antikorupsi, apalagi satu-satunya perempuan di jajaran pimpinan KPK itu kerap tampil mendorong para perempuan sebagai agen dari Saya Perempuan Anti-Korupsi (SPAK).

Seruan itu sengaja diucapkan Basaria sebab KPK baru saja menangkap Sri Wahyumi yang diduga menerima suap berupa barang mewah. Mulai dari tas bermerek hingga deretan perhiasan disita KPK sebagai barang bukti.

Dari catatan detikcom barang-barang mewah yang dijadikan KPK sebagai bukti bukan hanya kali ini saja. Berikut datanya: