DetikNews
Senin 29 April 2019, 16:20 WIB

Diprotes Australia, Pembangunan Restoran di Eks TKP Bom Bali Jalan Terus

Aditya Mardiastuti - detikNews
Diprotes Australia, Pembangunan Restoran di Eks TKP Bom Bali Jalan Terus Lahan eks Sari Club TKP Bom Bali (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Badung - Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison memprotes rencana pembangunan restoran di eks Sari Club, Legian, Kuta, Bali yang merupakan eks TKP bom Bali. Meski menuai protes, pemilik tanah menegaskan rencana pembangunan tetap jalan terus.

"Saya rasa pembangunan lanjut terus. Peletakan batu pertama tanggal 1 (Mei) kalau secara adat untuk memulai 9 Mei," kata pemilik tanah, Lila Tania saat jumpa pers di kawasan Legian, Kuta, Badung, Bali, Senin (29/42019).

Di lokasi yang sama, juru bicara keluarga Rini Sekartiani Djaya mengatakan tak ada rencana pembangunan monumen di restoran tersebut. Desain bangunan tersebut masih disusun, tapi rencananya bakal berbentuk museum.

"Saya rasa konteksnya lebih tepat museum. Nanti ada keluarga korban meletakkan, maaf, foto beliau, seandainya disetujui nanti kita akan bikin museum. Kita akan respek positif ke depan. Bentuk ya seperti apa kita belum bisa menyampaikan ke publik. Suasana sedikit hangat, kita ingin ini tenang. Kalau melangkah semuanya dengan happy, membuka lapangan kerja, tentu masyarakat harus senang dengan keberadaan project ini," harap Rini.



Rini juga menegaskan konsep bangunan itu adalah restoran, bukan kelab malam. Keluarga juga menegaskan mereka juga menghormati para korban tragedi Bom Bali yang tewas di lokasi eks Sari Club 2002 silam itu.

"Ini restoran bukan kelab malam, restoran untuk warga Bali. Kami masih mencoba membuat desain yang bagus untuk proyek ini, kami tidak membangun monumen sebab pemerintah sudah membangun yang lebih bagus di sebelahnya. Kami membuat dalam bentuk lain untuk mengenang para korban tragedi Bom Bali, museum semacam itu. Kami menghormati mereka, dan mengenang peristiwa itu khususnya para korban dari Bali maupun seluruh dunia," tuturnya.

Diprotes Australia, Pembangunan Restoran di Eks TKP Bom Bali Jalan TerusFoto: Jumpa pers pemilik lahan eks TKP bom Bali (Aditya Mardiastuti/detikcom)


Pihak keluarga pun tak mempersoalkan jika nantinya pihak Bali Peace Park Association (BPPA) atau pemerintah Australia hendak membeli atau menyewa. Asalkan, harganya cocok.

"Kalaupun mau dibeli silakan, mau disewa gedungnya silakan. Kalau dibeli semua silakan, tapi harganya yang wajar, sampai detik ini negosiasi masih berlangsung, kita juta tetep welcome. Intinya positiflah kita nggak bicara macam-macam, intinya damai," tutur Tania.



Sebelumnya diberitakan, terbitnya IMB ke PT Hotel Cianjur Asri (Tjia Tjat Tjoy Woen) dengan peruntukkan restoran membuat PM Australia, Scott Morrison kesal. Dalam postingan di akun medsosnya hari Kamis (25/4), PM Morrison menyatakan Pemerintah Australia sebenarnya telah memberikan dana bagi pembangunan Taman Perdamaian di lokasi bekas Sari Club ini.

"Konsul Jenderal kami di Bali telah bekerja keras untuk menyelesaikan permasalahan ini," kata PM Morrison.


Simak Juga 'Australia Keberatan Pembebasan Abu Bakar Ba'asyir':

[Gambas:Video 20detik]


(ams/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed